AKURAT.CO, Italia memiliki sejumlah destinasi menarik yang menjadi buruan wisatawan. Sebut saja Venesia yang memiliki kanal eksotis untuk disusuri atau Roma dengan Colosseum yang masih berdiri kokoh.
Di balik keindahannya, pada periode liburan seperti musim panas, wisatawan perlu waspada karena ada banyak copet berkeliaran di destinasi populer, seperti Venesia, Roma, dan Florensia.
Seperti dikutip dari Schengen Visa Info, otoritas penegak hukum Italia menyebutkan bahwa jumlah laporan kasus pencopetan meningkat secara signifikan pada musim panas ini.
Dalam banyak kasus, para pencopet bekerja dalam kelompok yang terorganisasi dan beroperasi di daerah-daerah ramai, seperti museum, stasiun, dan tempat-tempat populer lain.
Tempat ramai dipilih para pencopet karena mereka bisa berbaur di dalam keramaian lalu mengambil barang wisatawan tanpa terdeteksi.
"Pencopet biasanya beroperasi di toko-toko, di tempat-tempat wisata dan bahkan di transportasi umum ketika orang-orang cenderung berdiri diam, teralihkan perhatiannya dan kurang memerhatikan barang bawaannya," kata salah satu pendiri Raisin UK, Kevin Mountford, seperti dikutip dari Schengen Visa Info.
Untuk mengatasi ini, keamanan di sejumlah area ditingkatkan. Namun, para wisatawan juga diimbau untuk menjaga dengan baik barang bawaannya masing-masing dan tidak lengah sehingga menjadi sasaran pencopetan.
Salah seorang wisatawan dari Spanyol menceritakan pengalamannya saat berada di Colosseum. Saat itu, seseorang menubruknya dan tak lama kemudian, dia menyadari dompetnya hilang.
"Kejadian itu merusak suasana hati saya ketika berwisata," ujarnya.
Italia, negara Eropa dengan kasus copet terbanyak
Situasi tersebut juga didukung oleh data, setidaknya berdasarkan indeks yang dilakukan oleh situs perbandingan asuransi berbasis di Inggris, Quotezone. co.uk yang dirilis April 2023, seperti dikutip dari USA Today.
Italia berada pada posisi teratas, sementara berikutnya secara berturut-turut adalah Perancis, Belanda, Jerman, dan Yunani.
Pemeringkatan dilakukan berdasarkan proporsi pencopetan yang disebutkan dalam ulasan pengunjung di lima tempat wisata teratas di negara tersebut.
Kendati demikian, wisatawan tetap diimbau untuk terus waspada di mana pun destinasi wisatanya.
"Pencurian bisa terjadi di mana saja dan tempat-tempat wisata merupakan tempat yang nyaman bagi orang-orang jahat yang mengincar barang berharga saat wisatawan sibuk menikmati tempat tersebut," kata pendiri dan CEO Quotezone. co.uk, Greg Wilson, dalam keterangannya, seperti dikutip USA Today.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 8Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag




