Gak Cuma Reog, Festival Gandrung Sewu dari Timur Jawa Juga Sudah Mendunia

AKURAT.CO, Provinsi Jawa Timur terkenal dengan ragam acara yang digelar setiap tahunnya.Tercatat Jawa Timur memiliki ratusan festival, mulai dari budaya, kuliner hingga seni.
Saat membahas tentang kesenian Jawa Timur, kamu mungkin hanya mengenal Reog Ponorogo. Faktanya, Jawa Timur punya Festival Gandrung Sewu.
Pada festival ini, lebih dari seribu (sewu) penari berbusana merah menampilkan Tari Gandrung dengan pemandangan indah pantai Pantai Marina Boom, Desa Kampungmandar, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Pertunjukan tari Gandrung ini disajikan dengan iringan musik khas perpaduan budaya Jawa dan Bali.
Menurut laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Festival Gandrung Sewu digelar setiap tahun, pada bulan Oktober, sejak 2012. Festival ini sudah mendunia dan telah menjadi atraksi wisata di Banyuwangi yang paling ditunggu oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sejarah Tari Gandrung
Tari Gandrung diciptakan pada era Kerajaan Blambangan. Gandrung sendiri memiliki arti kata terpesona. Ini menggambarkan wujud rasa syukur masyarakat Banyuwangi terhadap Dewi Padi atau yang biasa disebut dengan Dewi Sri karena telah membawa kesejahteraan lewat panen.
Pada awalnya, Gandrung hanya boleh ditarikan oleh para laki-laki berkisar antara 14-10 tahun. Mereka disebut sebagai gandrung lanang. Para penari laki-laki itu didandani dan diberi busana perempuan.
Namun, seiring perkembangan zaman tarian ini mengalami perubahan. Para laki-laki tak lagi berminat untuk menampilkan tarian. Selain itu, ajaran Islam melarang laki-laki berdandan seperti perempuan. Meski begitu, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914. Sejak saat itu, tari Gandrung Sewu mulai ditarikan dilakukan oleh perempuan.
Berdasarkan cacatan sejarah dari Joh Scholte dalam buku Gandroeng Van Banyuwangi 1926, kesenian Gandrung ini kembali muncul pada era kolonialisme Belanda sekitar tahun 1770-an. Pada masa itu, daerah Banyuwangi mengenal tarian ini sebagai aksi perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Gerakan Tari Gandung
Dalam Tari Gandung, setidaknya ada tiga bagian yang ditampilkan, yaitu:
Jejer
Jejer gandrung dilakukan sebagai penanda dimulainya tarian Gandrung. Pada bagian ini, penari Gandrung menari sendiri atau berkelompok, tanpa melibatkan tamu.
Paju (maju)
Setelah jejer, penari gandrung turun dari pentas menuju penonton atau tamu. Setiap penari akan mendampingi para penonton yang maju ke panggung untuk ikut menari secara bergantian. Setelah berakhir, penonton yang ikut menari memberikan uang saweran kepada penari yang diletakan di atas talam.
Seblak subuh
Seblak subuh dimulai dengan gerakan penari yang melambat dan penuh penghayatan, seiring alunan gending bernuansa kesedihan seperti seblang lokento.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


