Akurat Logo

Menengok Benteng Otanaha, Simbol Perlawanan Gorontalo atas Portugis

| 22 November 2018, 18:52 WIB
Menengok Benteng Otanaha, Simbol Perlawanan Gorontalo atas Portugis

AKURAT.CO, Mengenang sejarah panjang bangsa ini, kita tak akan bisa lepas dari peran para penjajah yang sedikit banyak merubah paradigma kita. Portugis, salah satunya.

Negara asal Cristiano Ronaldo ini banyak meninggalkan bekas pendudukan mereka di belahan timur Indonesia. Ya, Portugis masuk ke Indonesia dengan tujuan besar memperluas wilayah, menguasai sumber daya, dan hal lainnya, Portugis membawa agama Katolik.

Di Gorontalo, mereka meninggalkan bekas yang masih bisa ditapaki saat ini. Benteng Otanaha adalah saksi kejayaan negara beribukota Lisboa itu, sekaligus bukti kuatnya penolakan rakyat Gorontalo atas penjajah.

Benteng Otanaha, Gorontalo. INSTAGRAM/like_gorontalo

Benteng ini ada di Kelurahan Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, yang bersebelahan dengan Danau Limboto. Maka jika kamu hendak mengunjungi Danau Limboto, jangan lupa bahwa ada jejak penting tak jauh dari sini.

Benteng ini memiliki 3 bangunan, dengan bangunan utama disebut Otanaha, sedangkan Otahiya dan Ulupahu sebagai pengapitnya. Otanaha dalam bahasa setempat berasal dari dua kata yakni Ota yang berarti benteng, dan Naha yang adalah nama anak dari Raja Ilato, yang menemukan kembali keberadaan benteng ini.

Otanaha pertama kali dibangun atas kesepakatan Portugis sebagai penjajah dengan Raja Ilato. Mereka membangunnya dengan batu yang disusun rapi dengan perekat dari putih telur burung Maleo, burung endemik Sulawesi. Portugis berdalih, membangun benteng ini sebagai tembok pertahanan dari serangan musuh.

Benteng Otanaha, Gorontalo. INSTAGRAM/like_gorontalo

Namun, mereka lambat laun mulai mencampuri kebijakan raja, dan mengusik ketenangan masyarakat. Mereka pun melanggar banyak kesepakatan dengan raja, dan aroma menguasai makin tercium. Raja pun berang dan bersama warga menyerang benteng pertahanan ini dan mengusir Portugis keluar dari Gorontalo. Hingga akhirnya, benteng ini dikuasai dan menjadi pusat pertahanan raja-raja selanjutnya.

Jika kamu ingin ke benteng ini, harus banyak siapkan tenaga. Karena kamu harus menapaki 351 anak tangga yang cukup terjal. Ada diantaranya 4 spot peristirahatan untuk sekedar mengambil nafas dan menghirup udara segar. Kamu bisa berfoto dari beberapa titik perhentian ini, dengan mengambil latar Danau Limboto yang terkenal itu.

Tak jauh dari benteng ini, sekira 2 kilometer, ada lokasi sejarah lain yakni Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno yang bisa juga kalian kunjungi untuk wisata sejarah di Gorontalo.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.