Kapal Pengungsi Rohingya Ditolak Berlabuh, Sejak 2018 Rakyat Aceh Sudah Bantu Tapi Balasannya Begini

AKURAT.CO - Warga Aceh dikabarkan menolak ratusan pengungsi Rohingya yang hendak berlabuh pada Kamis 16 November 2023.
Pengamat menyebut perubahan sikap warga Aceh ini, lantaran akumulasi pengalaman tidak menyenangkan dari hubungan berinteraksi dengan pengungsi Rohingya selama bertahun-tahun.
Hal ini menjadi ironis lantaran, Pada Tahun 2015 Warga Aceh menyambut baik pengungsi Rohingya meski tanpa ada arahan pemerintah pusat yang memang tidak meratifikasi Perjanjian dengan PBB soal pengungsi.
Dikutip dari akun X Twitter @DewiUlfaNS, Ia yang merupakan gadis Aceh sangat terkejut dengan perilaku oknum Pria Rohingya yang berkata tidak senonoh kepada dirinya.
Baca Juga: Mengenal Etnis Rohingya Korban Konflik Di Myanmar, Kini Ngungsi Di Indonesia
Hal ini ia alami saat dirinya masih menjadi siswa sekolah menengah dan menjadi anggota PMR.
Awalnya ia sangat kagum hingga ia mengetahui kelakuan oknum pria Rohingya dengan mata kepalanya sendiri.
“Salah satu laki-laki Rohingya tersebut ternyata ada yang bisa berbahasa Indonesia walaupun pelafalannya sedikit kurang,”
“Dia berkata kasar bahkan seperti kata pelecehan terhadap kami yang perempuan. Bahkan saya mendengar mereka mengajak t1d*r Bersama,” tulisnya.
Baca Juga: Junta Myanmar Penjarakan 112 Rohingya karena Kabur ke Luar Negeri, Termasuk Anak-anak!
Kemudian akun tersebut pun menambahkan tak lama setelah kejadian tersebut keluar berita mengenai foto mesra antara gadis dan laki-laki Rohingya, hingga sang gadis hampir nekat menghabisi dirinya sendiri dengan racun.
“Sejak itu beberapa bulan kemudian warga Rohingya dipindahkan dari kota saya ke daerah Aceh lainnya,” tuturnya.
Ia kembali menambahkan bahwa semenjak itu pengungsi Rohingya menyebar ke seluruh Aceh, sementara Kota tempatnya tinggal sudah menolak orang Rohingya.
Baca Juga: Detik-detik Pengungsi Rohingya Mendarat di Indonesia, Terkapar Kelaparan dalam Tangisan Pilu
Ia mempertanyakan orang-orang yang mengatakan Orang Aceh tak punya hati sementara telah ribuan pengungsi Rohingya terselamatkan.
Dan yang lebih miris adalah Ketika hendak dipulangkan para pengungsi menolak dan ingin menjadi Warga Negara Indonesia.
“Bahkan saat mereka ingin dipulangkan ke negaranya mereka menolak dan berkata ingin menjadi Warga Negara Indonesia,” pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









