Jakarta Padamkan Lampu 1 Jam pada 13 Juni: Lakukan 5 Langkah Ini Agar Elektronik Rumah Tak Rusak!

AKURAT.CO Pemprov DKI Jakarta kembali mengonfirmasi aksi pemadaman lampu serentak pada Sabtu (13/6/2026), mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Langkah pemadaman selama 60 menit ini tidak hanya menyasar bangunan instansi pemerintah dan simbol kota, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif seluruh masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
Bagi Anda yang berada di rumah, momen transisi daya ini menuntut langkah antisipasi cerdas agar perangkat elektronik kesayangan tidak mengalami kerusakan akibat lonjakan arus listrik.
Risiko Tersembunyi di Balik Pemadaman Lampu Serentak
Secara teknis, pemadaman listrik secara massal dan mendadak dalam satu wilayah urban dapat memicu fenomena yang dikenal sebagai power surge atau lonjakan daya.
Ketika aliran listrik diputus secara serentak, beban pada grid PLN akan turun drastis. Begitu pula sebaliknya, saat aliran listrik kembali dialirkan pada pukul 21.30 WIB, terjadi lonjakan arus listrik sesaat (voltage spike) yang sangat berpotensi merusak komponen mikroelektronika yang sensitif di dalam rumah.
Komponen seperti power supply pada komputer, modul digital pada mesin cuci, hingga kompresor kulkas adalah perangkat yang paling rentan mengalami kegagalan fungsi jika terkena hantaman arus berlebih ini.
Untuk menghindari kerugian material akibat kerusakan perangkat, berikut adalah 5 langkah taktis dari kanal teknologi yang wajib Anda lakukan sebelum dan sesudah aksi Jakarta Gelap 1 Jam berlangsung.
5 Langkah Amankan Perangkat Elektronik Rumah Saat Jakarta Gelap 1 Jam
1. Cabut Kabel dari Stopkontak (Unplug Everything)
Mematikan sakelar lampu atau menekan tombol off pada remote TV sebenarnya belum sepenuhnya memutus aliran listrik. Fenomena phantom load (arus hantu) tetap mengalir selama kabel masih menancap di dinding.
Sebelum jam 20.30 WIB, kelilingi rumah dan cabut kabel utama untuk perangkat krusial seperti Smart TV, komputer/PC, microwave, dan dispenser air. Langkah ini adalah perlindungan paling absolut dari ancaman lonjakan voltase saat listrik dinyalakan kembali.
2. Beri Waktu Istirahat untuk Kompresor Kulkas
Kulkas bekerja menggunakan kompresor yang membutuhkan tekanan stabil untuk mengalirkan cairan pendingin (refrigeran).
Jika arus listrik terputus tiba-tiba dan langsung dinyalakan kembali dalam waktu singkat, kompresor bisa mengalami macet (lock) karena bekerja di bawah tekanan tinggi.
Cabut colokan kulkas sesaat sebelum pemadaman, dan jangan langsung mencolokkannya kembali tepat pada pukul 21.30 WIB. Berikan jeda waktu sekitar 5 hingga 10 menit setelah lampu utama menyala agar tekanan di dalam kompresor kembali seimbang.
3. Maksimalkan Penggunaan Surge Protector dan UPS
Bagi Anda yang memiliki perangkat komputer berspesifikasi tinggi atau perangkat Smart Home yang sulit untuk dicabut satu per satu, pastikan stopkontak Anda sudah dilengkapi dengan fitur Surge Protector (penahan lonjakan daya).
Penggunaan UPS (Uninterruptible Power Supply) pada komputer juga sangat direkomendasikan. UPS tidak hanya memberikan daya cadangan agar Anda bisa melakukan proper shutdown, tetapi juga berfungsi sebagai stabilizer otomatis yang menyaring ketidakstabilan voltase grid listrik.
4. Matikan Sambungan Router Wi-Fi
Modem dan router Wi-Fi di rumah bekerja nonstop selama 24 jam dan memiliki adaptor daya yang sangat sensitif terhadap fluktuasi tegangan listrik.
Membiarkan router tetap terhubung saat proses pemadaman massal berisiko merusak firmware atau membakar sirkuit internal adaptor.
Cabut kabel adaptor Wi-Fi Anda dan manfaatkan jaringan seluler pada ponsel pintar Anda untuk kebutuhan darurat selama satu jam tersebut.
5. Gunakan Gadget dengan Bijak dan Hindari Pengisian Daya (Charging)
Selama satu jam masa kegelapan, gunakan smartphone atau tablet Anda hanya untuk keperluan penting. Yang paling utama, hindari mengisi daya (charging) baterai HP menggunakan jaringan listrik rumah saat mendekati waktu menyalanya lampu kembali.
Mengisi daya saat terjadi fluktuasi tegangan tinggi berisiko memperpendek umur kesehatan baterai (battery health) atau bahkan merusak IC charger pada ponsel pintar Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana






