Eks Fisioterapis Timnas Indonesia Buka Program Layanan untuk Pengemudi Ojek Online

AKURAT.CO, Mantan fisioterapis Tim Nasional Indonesia, Asep Azis, meluncurkan program layanan fisioterapi bagi pengemudi ojek online selama Agustus 2026. Program tersebut dihadirkanbertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Layanan itu berlangsung mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 dengan tarif khusus bagi mitra pengemudi ojek online.
Program dilaksanakan di Mandirev by Bebas Cedera yang berada di kawasan Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Asep merupakan fisioterapis olahraga yang pernah menjadi bagian dari tim pendukung Timnas Indonesia pada periode 2014 hingga 2025.
Pengalamannya selama lebih dari satu dekade dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan fisioterapi yang menyasar masyarakat luas.
Menurut Asep, fisioterapis memiliki peran dalam melakukan analisis gerak, rehabilitasi, hingga terapi latihan untuk membantu seseorang kembali beraktivitas secara optimal.
Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi atlet, tetapi juga pekerja yang mengandalkan kondisi fisik dalam menjalankan pekerjaannya.
Ia menilai pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal.
Aktivitas duduk dalam waktu lama, paparan getaran kendaraan, serta mobilitas tinggi dinilai dapat memicu berbagai keluhan pada sistem gerak.
"Pengemudi ojek online merupakan bagian penting dari mobilitas masyarakat. Namun, mereka juga menghadapi beban fisik yang tinggi setiap hari," kata Asep Azis dalam keterangan resminya.
Sebagai movement expert, fisioterapis tidak hanya membantu mengurangi nyeri, tetapi juga mencari penyebab gangguan gerak, memperbaiki pola gerakan, serta membantu seseorang kembali bekerja dan beraktivitas secara optimal.
Melalui program ini, kami ingin memberikan akses fisioterapi yang lebih terjangkau agar keluhan dapat diperiksa, ditangani, dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat."
Keluhan yang kerap dialami pengemudi di antaranya nyeri pada leher, bahu, punggung bawah, pergelangan tangan, pinggul, lutut, hingga pergelangan kaki. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas apabila tidak ditangani sejak awal.
Dalam program tersebut, mitra pengemudi ojek online dapat memperoleh satu sesi fisioterapi dengan tarif Rp17.845 dari harga normal Rp575.000.
Selain pengemudi, masyarakat yang datang ke lokasi menggunakan layanan ojek online juga mendapatkan tarif khusus.
Setiap peserta akan menjalani pemeriksaan awal berupa movement assessment sebelum memperoleh penanganan.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk menyesuaikan terapi dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Asep menilai pemeriksaan dini, edukasi, terapi latihan, serta penanganan yang tepat dapat membantu mencegah cedera maupun gangguan muskuloskeletal berkembang menjadi lebih serius.
Menurutnya, menjaga kualitas gerak menjadi kebutuhan bagi siapa pun yang bergantung pada kemampuan fisik saat bekerja.
"Semangat kemerdekaan juga berarti dapat bekerja, bergerak, dan beraktivitas tanpa terus dibatasi oleh cedera," ujarnya.
"Kami berharap program ini bukan hanya membantu mengurangi keluhan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa fisioterapis adalah movement expert yang berperan menjaga kualitas gerak, mencegah cedera, dan mengembalikan fungsi tubuh agar tetap produktif sepanjang hayat "
Melalui program tersebut, Asep berharap layanan fisioterapi dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat di luar lingkungan olahraga.
Ia juga mendorong meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya rehabilitasi, pencegahan cedera, dan kesehatan gerak bagi pekerja dengan aktivitas fisik yang tinggi.
"Atlet dan pengemudi ojek online memiliki satu kesamaan: sama-sama bergantung pada tubuhnya untuk bekerja. Karena itu, setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap fisioterapi yang berkualitas agar dapat terus bergerak, bekerja, dan hidup lebih baik," tutup Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana







