Akurat

Festival Sepakbola Rakyat Digelar di 4 Kota, Sambut Atmosfer Piala Dunia 2026

Endarti | 10 Desember 2025, 22:35 WIB
Festival Sepakbola Rakyat Digelar di 4 Kota,  Sambut Atmosfer Piala Dunia 2026
 
 
AKURAT.CO, Menjelang rangkaian tur trofi Piala Dunia pada Januari 2026, Garuda Gemah Nusantara (GGN) bekerja sama dengan salah satu perusahaan minuman merilis program “Festival Sepak Bola Rakyat”.
 
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di empat kota: Labuan Bajo, Jakarta, Palu, dan Makassar.
 
Program tersebut menyasar pemain muda kelompok usia U-15 hingga U-18 sekaligus membuka ruang partisipasi komunitas sepakbola lokal. 
 
 
Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, festival ini juga diklaim menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan atmosfer menuju Piala Dunia 2026.
 
Direktur GGN, Rizky Aidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperluas akses sepakbola di tingkat komunitas. 
 
“Festival Sepak Bola Rakyat adalah wujud nyata dari visi kami untuk menjadi katalis perubahan dalam membangun sepak bola yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah komunitas Indonesia,” ucap Rizky di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/12).
 
Ia menegaskan, festival ini memberi ruang bagi siapa saja untuk berpartisipasi, tanpa memandang usia maupun tingkat kemampuan. 
 
“Ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung bagi anak-anak dari Labuan Bajo hingga Palu untuk bermimpi lebih tinggi,” kata Rizky.
 
Berbagai agenda disiapkan dalam festival tersebut, mulai dari sesi pelatihan, pertandingan eksebisi, hingga perekaman podcast “Nobar (Ngobrol Bola Ramean)”.
 
Program audio itu bakal menampilkan perbincangan seputar sepakbola dengan suasana khas obrolan pinggir lapangan.
 
Podcast akan dipandu sejumlah figur sepakbola nasional, seperti Nova Arianto, Evan Dimas, dan Victor Dethan.
 
Penonton juga dapat mengirim pertanyaan melalui media sosial penyelenggara untuk dibahas dalam segmen khusus.
 
 
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival ini yang menurutnya tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga karakter peserta. 
 
“Dengan melibatkan sekolah-sekolah sepakbola dari berbagai daerah, festival ini bukan hanya menjadi wadah untuk bertanding, tetapi juga untuk belajar,” ucapnya.
 
Penyelenggara berharap festival ini menjadi wadah edukatif bagi pemain muda agar mereka mendapatkan pengalaman kompetitif sekaligus pembinaan berkelanjutan.
 
“Ajang ini menawarkan pengalaman sepakbola yang edukatif, inklusif, dan menyenangkan bagi peserta berusia 15 hingga 18 tahun,” ujar Ratu Tisha.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H