Akurat Logo

Putri Mihajlovic Ungkap Perjuangan Ayahnya Melawan Leukimia

M Rahman Akurat | 14 September 2019, 10:56 WIB
Putri Mihajlovic Ungkap Perjuangan Ayahnya Melawan Leukimia

AKURAT.CO, Anak perempuan Sinisa Mihajlovic mengungkap perjuangan ayahnya melawan leukimia. Putri pelatih Bologna tersebut menyatakan ayahnya melebihi 'seorang prajurit'.

Mihajlovic didiagnosa mengalami kondisi tersebut pada Juli. Sosok 50 tahun ini baru saja menjalani kemoterapi keduanya pekan ini. Kondisi ini membuatnya tak bisa berada di bangku kepelatihan tim saat laga Serie A melawan Brescia, Minggu besok.

Sebelumnya ia diizinkan pihak rumah sakit selama satu malam untuk laga pembuka melawan Verona. Kehadirannya kala itu membuat terkejut semua pihak.

"Dia (ayah) berjanji ke skuad dan sudah menyampaikan ke dokter. Beruntung pada akhirnya mendapat lampu hijau. Dia mengatakan siap berada di rumah sakit lebih lama kalau diizinkan berada di pinggir lapangan untuk musim pembuka," ujar Viktorija dan Virginia, dua putri Mihajlovic, kepada Canale 5 dalam acara talk show Verissimo, dikutip dari football-italia, Sabtu (14/9/2019).

Kedua putri Mihajlovic menceritakan sakit yang dialami ayahnya mengubah kehidupan mereka. "Kami lima bersaudara dan sangat dekat. Jadi kami tahu ayah kami seorang prajurit dan tak pernah membiarkan apa pun menghancurkannya."

Di tengah perawatan untuk menyembuhkan penyakitnya, Mihajlovic masih memberikan semangat kepada keluarga. "Dia tetap memberikan semangat kepada kami. Dia sudah banyak menyelesaikan kesulitan. Dia memiliki bahu lebar, begitu juga dengan kami."

Mereka mengetahui sang ayah mengalami leukimia dari ibunya saat berada di Sardinia. "Kami berada di Sardinia saat ibu saya sedang bertelepon dengan ayah. Saya tanya apa yang terjadi dan ibu mengasih tahu kami sembari menangis ayah mengalami leukimia."

Sebagai anak, mereka juga sangat terpukul atas apa yang menimpa ayah mereka. Karena selama ini mereka sama sekali tak tahu ayahnya mengalami sakit. "Kami bahkan lupa kapan dia sakit karena dia tak pernah menunjukkan kepada kami apa yang dialami. Dia selalu menyimpannya sendiri seperti biasa."

Dalam proses penyembuhan, keluarga juga merasa terbantu dengan dukungan dan perhatian yang diberikan. Itu sangat membantu. "Kami juga berteman dengan beberapa anak seumuran kami di rumah sakit yang tengah menjalani perawatan sama. Memang sakit yang menyedihkan. Tetapi dengan bersama, semua bisa dilalui. Tidak menyerah."[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.