5 Fakta Penting Balap Formula E, Pernah Dijajal Rio Haryanto dan Gerakkan Ekonomi Rp1,2 T

AKURAT.CO, Balap mobil Formula E mungkin masih asing di telinga penggemar olahraga otomotif Tanah Air, yang selama ini lebih sering disuguhi Formula 1 (F-1). Tetapi keberadaannya patut diapresiasi sebagai salah satu sarana kampanye teknologi ramah lingkungan.
Pembicaraan Formula E saat ini tengah ramai di Tanah Air menyusul kepastian Jakarta sebagai tuan rumah pada 2020 mendatang. Kepastian menjadi tuan rumah disampaikan langsung Gubernur DKI Anies Baswedan melalui akun media sosialnya.
View this post on Instagram
Nah bagi kamu yang belum begitu mengenal Formula E, di bawah ini beberapa fakta pentingnya:
1. Pakai mobil listrik
Formula E (electric) sebagaimana namanya memakai mobil listrik. Mobil yang digunakan memiliki kapasitas 250 tenaga kuda (190 kW). Mobil bisa berakselerasi antara 0-100 km/jam dalam tiga detik dengan maksimum kecepatan 225 km/jam.
2. Berawal dari diskusi di restoran kecil
3 Maret 2011 Presiden Federasi Motosport Internasional (FIA) Jean Todt menyodorkan proposal terkait balapan ini kepada politisi Alejandro Agag dan Antonio Tajani dan aktor Italia Teo Teocoli pada makan malam di sebuah restoran kecil Italia di Paris, Prancis.
Proposal tersebut mendapat sambutan hangat dari Agag. Memiliki pengalaman dalam negosiasi kontrak dengan televisi, sponsor dan iklan, Agag kemudian menindaklanjuti proposal.
3. Seri perdana pada 2014
Tiga tahun setelah proposal, seri perdana Formula E digelar di Beijing pada September 2014. Hingga tahun ini Formula E sudah memasuki musim kelima.
4. Fasilitas Fanboost
Pada tiap race, penggemar bisa memilih pembalap favorit melalui beragam platform media sosial untuk memberikan mereka tambahan power boost. Voting dilakukan enam hari sebelum event dan akan ditutup 15 menit setelah balapan. Lima pembalap pemenang Fanboost masing-masing akan mendapatkan tambahan tenaga yang bisa digunakan dalam lima detik selama paruh kedua balapan.
5. Pernah dijajal Rio Haryanto
Mantan pebalap F1 asal Indonesia, Rio Haryanto, pernah mencoba mengendarai mobil Formula E pada 2017. Riome menjajal mobil Spark SRT 01E di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.
Dari penjelasan Anies bahwa event ini akan menggerakkan perekonomian hingga Rp1,2 triliun, tentu menarik dinanti seperti apa kemeriahan Formula E 2020 di Jakarta.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





