Akurat Logo

Usung Kembali Tagline Ikonik, Synchronize Fest 2026 Jadi Perayaan Persatuan Musik Lintas Generasi

Nuzulul Karamah | 30 September 2026, 18:54 WIB
Usung Kembali Tagline Ikonik, Synchronize Fest 2026 Jadi Perayaan Persatuan Musik Lintas Generasi
Para penampil di Synchronize Fest 2026 yang akan digelar mulai 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo, Jakarta. - Cr: Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Festival musik Synchronize Fest 2026 dipastikan kembali hadir menyapa para penikmat musik Tanah Air dengan membawa semangat yang lebih segar.

Pada perhelatan tahun ini, gelaran musik tahunan tersebut secara resmi mengusung kembali tagline legendaris mereka, "It’s Not Just a Festival, It’s a Movement," guna menegaskan komitmennya sebagai wadah pergerakan musik dan budaya secara masif.

​Keputusan besar tersebut diumumkan jajaran direksi Synchronize Fest dalam gelaran konferensi pers yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Tak Diajak Tampil di Synchronize Fest, Elma Agustin Kecewa Berat dengan Sikap Personel Princess: Kok Kayak Orang Enggak Kenal?

​Director Synchronize Fest, David Karto, menjelaskan bahwa kembalinya pesan ikonik ini didasari oleh refleksi perjalanan panjang yang telah ditempuh festival tersebut selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk mengingat kembali akar dan tujuan awal dibentuknya pergerakan ini.

​"Setelah perayaan satu dekade, kita merasa harus kilas balik dan mengingat semua pergerakan kita. Kita mau belajar kembali untuk menyempurnakan 10 tahun atau 10 perayaan ke belakang. Kayaknya sudah saatnya kita kembalikan lagi bahwa it’s not just a festival, it’s a movement," ujar David Karto di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

​Sejalan dengan hal tersebut, Direction of Communication Synchronize Fest, Aldila Karina, menyoroti pergeseran demografi penonton yang kini didominasi oleh generasi muda dan Gen Z.

Kehadiran tagline lama ini ditujukan untuk mengenalkan kembali misi utama Synchronize Fest kepada pengunjung baru yang belum sempat hadir pada masa awal penyelenggaraannya di tahun 2016.

​“Sekarang Synchronize Fest didominasi dengan generasi yang jauh lebih muda, di mana mereka kala itu di tahun 2016 belum pernah datang. Kami membawa tema tersebut sebagai pengingat dan meneruskan message kenapa festival ini dibuat. Ini jadi penanda pengingat untuk generasi muda," tegas Dila.

​Lebih lanjut, Dila menyampaikan bahwa sejak awal berdiri, festival ini mengemban misi sosial untuk mengikis sekat antar-genre serta menghilangkan batasan hirarki di panggung musik Tanah Air.

​"Dulu festival kan selalu berbicara tentang genre. Kami satukan semua genre-nya di Synchronize. Sekarang di saat semua sudah bersatu, kita jadikan Synchronize Fest sebagai perayaan persatuan. Tidak ada lagi klasifikasi level musisi komersial atau bawah tanah, semua menyatu," tambah Dila.

Baca Juga: Dibalik Megahnya Konser Faris Rm di Synchronize Fest 2023, Ada Sentuhan Sukses dari Fiery Band

Sebagai bukti nyata dari pergerakan tersebut, Synchronize Fest 2026 akan menyajikan rangkaian line-up spektakuler dan panggung kolaborasi lintas skena.

Di antaranya yakni panggung Emo Revival yang menghadirkan nama-nama nostalgia era 2000-an seperti Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), hingga The Side Project.

​Selain itu, akan ada pula sajian energi kawasan timur lewat panggung Timur Basudara yang dimeriahkan oleh Ecko Show, Silet Open Up, Toton Caribo, Jacson Zeran, Faris Adam, Fahmy Fay, Anadok, Bringin Home, DJ Desa, hingga Vendetta Rap.

Skena reggae turut dipanaskan oleh Reggae Gang bersama Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip, di samping deretan pertunjukan menarik di Gigs Stage, Panggung Getarrr, Oleng Upuk, hingga kolaborasi proyek ANTINRML.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.