Akurat

Terus Dikritik, Kali Ini OST Merah Putih: One For All Jadi Sorotan karena Diduga Memakai AI

Naufal Lanten | 12 Agustus 2025, 14:36 WIB
Terus Dikritik, Kali Ini OST Merah Putih: One For All Jadi Sorotan karena Diduga Memakai AI

AKURAT.CO Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, film animasi Merah Putih: One For All yang dirilis di YouTube justru menuai gelombang kritik. Bukan hanya soal kualitas animasi, soundtrack film ini pun dipertanyakan identitasnya setelah Coach Vokal Indra Aziz mencoba mengeceknya lewat aplikasi Shazam dan hasilnya… nihil.

Dalam video yang dibagikannya di Instagram, Senin, 11 Agustus 2025, Indra Aziz merekam momen saat ia mengarahkan ponsel ke soundtrack film tersebut.

“No result, guys. No result di Shazam. Hasilnya tetep gak ada di Shazam,” ujarnya.

Indra bahkan mencoba dua kali untuk memastikan, tetapi tetap saja tidak muncul informasi lagu, berbeda dengan soundtrack film Jumbo berjudul Selalu Ada di Nadimu yang langsung teridentifikasi Shazam.


Mengapa Soundtrack Ini Jadi Sorotan?

Shazam dikenal mampu mengenali musik, film, iklan, hingga acara TV hanya dari potongan audio singkat. Jika lagu terdaftar di database Shazam, aplikasi akan langsung menampilkan judul, penyanyi, dan tautan streaming.

Indra Aziz menilai hasil “no result” ini janggal, apalagi ia menemukan pengucapan huruf “e” pada kata “merah” terdengar seperti “perah” dan menduga lagu tersebut kemungkinan besar dihasilkan AI.

“Kalau benar film ini dijadikan andalan 17-an oleh kementerian, saya kecewa banget. Nggak sudi suguhan kemerdekaan untuk anak-anak Indonesia kualitasnya kaya gini,” tulisnya melalui caption.


 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Indra Aziz (@indraaziz)

 

Fakta-Fakta Film Merah Putih: One For All

Berikut beberapa fakta yang membuat film ini ramai dibicarakan:

  1. Rilis Menjelang HUT RI ke-80
    Film ini akan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Ada promo tiket spesial Rp17.000 pada 17 Agustus.

  2. Dua Sutradara

    • Endiarto: Produser eksekutif sekaligus penggagas utama proyek. Meski belum banyak jejaknya di animasi, ia diketahui pernah bertemu figur publik seperti Giring Ganesha (PSI).

    • Bintang Takari: Animator misterius dengan jejak digital minim, akun Instagram kosong, dan hanya dua pengikut.

  3. Rumah Produksi Perfiki Kreasindo

    • Minim portofolio film sebelumnya.

    • Akun Instagram @perfiki.tv pernah mengunggah kegiatan terkait Pemilihan Putri Asuransi Indonesia, bukan animasi.

    • Situs resmi perfiki.com tidak bisa diakses (403 Forbidden).

  4. Sinopsis Singkat
    Mengisahkan delapan anak dari berbagai suku di Indonesia yang tergabung dalam “Tim Merah Putih” dan bertugas menjaga bendera pusaka. Tiga hari sebelum HUT RI, bendera hilang dan mereka memulai petualangan untuk menemukannya.


Kritik Kualitas Animasi

Sejak trailer dirilis di YouTube, kolom komentar dipenuhi kritik. Beberapa masalah yang disorot:

  • Animasi dianggap kurang halus dan frame rate rendah.

  • Desain karakter dinilai belum setara standar animasi modern.

  • Kritikan datang tidak hanya dari warganet biasa, tetapi juga animator profesional.

Bahkan, ada yang membandingkan hasilnya dengan animasi lokal lain yang dinilai lebih matang secara teknis dan storytelling.


Kesimpulan: Kontroversi yang Makin Membesar

Soundtrack yang tidak teridentifikasi Shazam dan dugaan penggunaan AI, minimnya informasi pembuat lagu, hingga kualitas animasi yang dipertanyakan membuat Merah Putih: One For All menjadi perbincangan panas di media sosial.

Meski begitu, film ini tetap dijadwalkan tayang dan akan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan tahun ini. Tinggal menunggu, apakah publik akan mengubah penilaian setelah menonton, atau kritik akan semakin tajam.

Kalau kamu penasaran dengan perkembangan kisah ini, pantau terus update terbarunya di Akurat.co. 

Baca Juga: KLARIFIKASI Toto Soegriwo Usai Budget Film Merah Putih One For All Viral di Medsos: Tidak Benar dan Fitnah Keji!

Baca Juga: Profil Sonny Pudjisasono, Produser Film Merah Putih Budget Rp6,7 M yang Viral di Medsos, Pernah Jadi Petinggi Partai Buruh!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.