Bawa Bahasa Daerah ke Level Nasional, Film "Sunda Emperor" Siap Hadir di Bioskop

AKURAT.CO Sebuah terobosan baru di industri perfilman Indonesia segera hadir melalui rumah produksi Sapawave Films.
Mengusung judul Sunda Emperor, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang unik dengan menggunakan 100% bahasa Sunda, namun tetap dikemas secara modern dan relevan bagi penonton masa kini.
Sunda Emperor berkisah tentang seorang pemuda Sunda yang memiliki sifat oportunis. Hidupnya berubah drastis saat dia menemukan petunjuk bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda.
Bermula dari sebuah simbol koin peninggalan kerajaan, petualangan mencari jati diri ini pun dimulai bersama dua sahabatnya.
Baca Juga: Kontroversi Al Ghazali Minta Dicium Laura Moane: Anak Zaman Sekarang Beda
Film ini bukan sekadar komedi biasa, melainkan sebuah perjalanan lintas budaya yang dibalut dengan drama dan petualangan.
Angling Sagaran, sosok yang bertindak sebagai produser, sutradara, sekaligus penulis, menegaskan visi besar di balik proyek ini.
“Sunda Emperor berangkat dari keinginan kami untuk menghadirkan cerita menggunakan 100% berbahasa Sunda dengan pendekatan yang segar dan relevan bagi penonton hari ini. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana identitas dan nilai budaya bisa hidup di masa kini. Melalui film ini, kami ingin membuktikan bahwa cerita daerah memiliki kekuatan besar untuk tampil di layar lebar secara modern tanpa kehilangan akar budayanya,” ujar Angling Sagaran pada Kamis (29/1/2026).
Film ini dibintangi oleh deretan talenta berbakat Laura Moane, Bilal Fadh, Maghara Adipura, Vansa Be, Itings Meledax, dan Yujeng Hensem.
Menariknya, Sapawave Films juga menggandeng sejumlah kreator konten Sunda untuk memperkuat daya tarik film ini di ranah digital, khususnya bagi generasi Z.
Aktris cantik Laura Moane yang memerankan tokoh Neng Eti, mengaku bahwa tantangan terbesarnya adalah kefasihan berbahasa.
“Jujur, memerankan Neng Eti jadi tantangan tersendiri buat aku, terutama karena film ini 100% menggunakan bahasa Sunda. Dari awal proses reading hingga saat syuting aku banyak banget belajar dan dibimbing oleh sutradara serta teman-teman cast di lokasi syuting. Mulai dari pelafalan hingga cara bertutur kata agar terdengar natural saat aku mengucapkan bahasa Sunda,” kata Laura.
Selain narasi yang kuat, penonton akan dimanjakan dengan visual sinematik yang menangkap keindahan panorama alam Sukabumi.
Pendiri Sapawave Films, Much Risman, menekankan bahwa Sunda Emperor adalah bukti bahwa cerita lokal memiliki nilai komersial yang tinggi jika digarap secara serius.
“Sunda Emperor kami hadirkan sebagai representasi bagaimana budaya bisa dikemas secara segar dan komunikatif untuk penonton masa kini, tanpa kehilangan identitasnya. Ini adalah langkah Sapawave Films untuk terus mendorong cerita daerah agar mendapat tempat yang layak di industri perfilman Indonesia,” jelas Much Risman.
Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise Balikan? Netizen Soroti Nasib Laura Moane
Sunda Emperor dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026. Film ini diharapkan menjadi warna baru yang membuktikan bahwa identitas daerah bisa bersinar di panggung nasional dengan kemasan yang stylish dan menghibur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









