Akurat Logo

​Sempat Tutup Mata Saat Nonton Film Suanggi, Aktor Hollywood Andre Royo Puji Akting Iwa K

Nuzulul Karamah | 17 September 2026, 14:33 WIB
​Sempat Tutup Mata Saat Nonton Film Suanggi, Aktor Hollywood Andre Royo Puji Akting Iwa K
Aktor Andre Royo bersama Iwa K setelah menonton film Suanggi di kawasan Pondok Indah, Rabu (16/9/2026). - Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Industri perfilman Tanah Air kembali kedatangan tamu spesial dari panggung Hollywood.

Aktor asal Amerika Serikat, Andre Royo, kedapatan menghadiri pemutaran perdana (screening) film horor Indonesia terbaru berjudul Suanggi, yang dibintangi oleh musisi sekaligus aktor senior Iwa K.

​Nama Andre Royo tentu tidak asing bagi penikmat serial televisi internasional. Ia dikenal luas berkat perannya sebagai Reginald “Bubbles” Cousins dalam serial legendaris HBO, The Wire, serta penampilannya di berbagai produksi populer seperti Empire dan The Punisher.

Baca Juga: Bungkam Spekulasi Publik, Denada Tegaskan Ayah Biologis Putranya Bukan Iwa K Maupun Teuku Ryan ​

​Kehadiran bintang Hollywood tersebut disambut hangat oleh Iwa K di lokasi acara. Momen keakraban dua pelaku seni lintas negara ini memancarkan semangat kolaborasi antar-insan pencerita visual.

​Saat dihampiri usai pemutaran film, Andre Royo secara spontan mengekspresikan rasa kagum sekaligus terkejutnya atas kualitas film Suanggi.

​"Oh, ini teman saya! Bikin saya kaget setengah mati! Sangat menakutkan!" ujar Andre Royo sembari memberikan ucapan selamat kepada Iwa K.

​Iwa K pun menyambut pujian tersebut dengan hangat sembari memperkenalkan Andre kepada media dan audiens yang hadir.

​"Hei, perkenalkan dirimu. Ini Andre Royo, kawan dari Amerika Serikat. Dia punya proyek di sini, dia bakal punya proyek di Indonesia," kata Iwa K.

Baca Juga: Cerita Iwa K Kehilangan HP Justru Dapat Motor Pelaku Jambret

​Andre Royo mengaku Film Suanggi memberikan impresi yang sangat kuat baginya, terlebih ini merupakan pengalaman pertamanya menyaksikan karya horor buatan kreator Indonesia.

​"Ini adalah film Indonesia pertama yang pernah saya tonton. Dan sekarang, film-film lainnya punya standar yang tinggi. Jadi, begitulah," tutur Andre.

​Bahkan, Andre secara jujur mengakui bahwa dirinya sempat merasa takut saat menikmati ketegangan alur cerita film tersebut.

​"Menurut saya filmnya sangat menyeramkan. Kalian tahu kan, saya ini agak penakut, saya tidak suka ditakut-takuti, jadi sepanjang setengah film saya menutup mata. Tapi begitu saya membukanya, itu sangat fantastis!" ungkapnya penuh antusias.

​Ia juga melayangkan pujian pada jajaran pemeran serta sutradara Suanggi, Dom Dharmo.

​"Luar biasa, indah, sangat memikat di layar, membuat kalian terus terpikat menontonnya, merasakan ketakutannya... Semua aktornya hebat, dan para wanita di film itu benar-benar berhasil menggambarkan bagaimana rasanya menjadi takut, diselamatkan, dan dicintai," tambahnya.

​Melihat respons positif tersebut, Iwa K merasa bangga karya Indonesia dapat diapresiasi oleh aktor kelas dunia. Pemilik nama lengkap Iwa Kusuma ini juga mengungkapkan telah membuka obrolan untuk mengajak Andre berkolaborasi di proyek-proyek mendatang.

​"Iya dong (bangga), artinya ada apresiasi... Dan tadi juga Andre dari tadi pas di dalam juga enggak habis-habis bilang ya enggak cuma saya aja, tapi emang semua pemain di sini. Dan dia juga memberi selamat ke sutradaranya, ke Dom Dharmo juga tentang satu film yang buat dia sedikit berbeda gitu ya. Kita mungkin bukan yang terbaik, tapi kalau kita dibilang kita beda, kita sangat beda dengan produk yang lainnya," jelas Iwa K.

​"Harus sih (mengajak Andre bermain film), udah gua racunin dari tadi sih sebenarnya. Dan dia udah tertarik, dia suka sama Indonesia. Dia suka Jakarta, dia suka Jogja... Pokoknya gua lagi racunin. Bismillah," lanjut Iwa K optimis.

​Bagi Iwa K, momen pertukaran budaya seperti ini menjadi poin penting bagi kemajuan industri kreatif nasional di kancah global.

​"Budaya itu harus bergaul. Budaya dari kita, apa yang kita punya, sikap, karakter, segala macam ketemu dengan karakter yang dari sana. Pergaulan yang secara mendunia kayak gini kan itu akan membentuk satu budaya yang keren gitu loh. Kita sebagai warga dunia yang membentuk satu kreativitas dalam bentuk film," tegas Iwa K.

​Kunjungan Andre Royo ke Indonesia kali ini bukan sekadar liburan atau menghadiri penayangan film. Kehadirannya berkaitan langsung dengan proyek feature film terbaru yang akan disutradarai oleh filmmaker Indonesia, Cheverly Amalia.

​Dalam proyek film tersebut, Cheverly bertindak sebagai sutradara, produser, sekaligus penulis skenario. Film kolaborasi internasional ini juga bakal melibatkan aktor kenamaan Tanah Air, Tio Pakusadewo.

​Meski begitu, detail mengenai jalan cerita, karakter, maupun judul resmi masih dirahasiakan rapat-rapat oleh pihak produksi di bawah perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA).

​"Saya sedang membuat film baru. Kami sedang syuting sekarang. Mereka tidak ingin saya menceritakannya pada kalian, tapi nantikan saja. Ini pertama kalinya seorang aktor kulit hitam Amerika datang ke Indonesia untuk membuat film, dan saya sangat antusias," ujar André Royo saat ditanya perihal proyek terbarunya.

​André membeberkan alasannya tertarik mengambil peran dalam produksi film Indonesia.

​"Hanya karena cara bercerita yang berbeda. Kalian tahu, seperti yang saya katakan, saya rasa Hollywood sudah terasa sempit cukup lama. Sangat menyenangkan ketika industri ini mulai terbuka. Dan menjadi bagian dari penceritaan kisah Indonesia adalah hal baru bagi saya," jelasnya.

​Proses syuting dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, dan detail resmi terkait produksi ini akan diumumkan secara bertahap oleh tim produksi sesuai ketentuan regulasi kerahasiaan yang berlaku.

​Sementara itu, film Suanggi yang menampilkan performa apik dari Iwa K saat ini sudah dapat disaksikan oleh para penikmat film horor di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.