Jeritan Keadilan dari Balik Sel: Surat Terbuka Nikita Mirzani untuk Presiden Prabowo

AKURAT.CO, Dunia hiburan kembali menyoroti aksi nekat Nikita Mirzani.
Meski kini tengah mendekam di balik jeruji besi, aktris berusia 39 tahun ini tidak tinggal diam.
Pada Minggu, 15 Maret 2026, dirinya melayangkan surat terbuka yang cukup menohok, ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran petinggi hukum di Indonesia.
Langkah ini diambil setelah Mahkamah Agung secara resmi menolak kasasinya terkait kasus pemerasan dan TPPU yang melibatkan pengusaha skincare Reza Gladys.
Nikita kini harus menghadapi kenyataan pahit berupa vonis enam tahun penjara yang telah berkekuatan hukum tetap.
Dalam protesnya, ibu tiga anak ini menyoroti statusnya sebagai orang tua tunggal yang menurutnya diperlakukan lebih kejam daripada para koruptor.
Dia merasa ada ketidakadilan yang nyata jika membandingkan hukumannya dengan para pelaku tindak pidana yang merugikan negara.
"Nikita Mirzani: Seorang janda dan ibu tunggal, bukan pengedar narkoba, bukan pembunuh, dan tidak merugikan kas negara, divonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar," tulisnya dengan nada tegas.
Nikita yang akrab disapa "Nyai" ini juga menggugat logika hukum yang berlaku saat ini.
Dia merasa perannya sebagai tulang punggung keluarga seolah diabaikan oleh meja hijau.
"Di mana letak keadilan saat seorang tulang punggung keluarga diperlakukan lebih kejam daripada pencuri uang rakyat?" katanya.
Baca Juga: Nikita Mirzani vs Reza Gladys Siapa Menang? Adu Tuntutan Ratusan Miliar
Tak hanya soal beratnya hukuman, Nikita membeberkan keraguannya atas prosedur hukum yang dia jalani, terutama mengenai kecepatan putusan kasasi di Mahkamah Agung yang hanya memakan waktu satu hari.
Baginya, proses tersebut terasa tidak masuk akal mengingat banyaknya berkas yang harus diperiksa.
"Sangat sulit dinalar secara logika hukum, bagaimana berkas yang diperiksa tanggal 12 Maret bisa langsung diputus pada 13 Maret malam. Apakah ribuan halaman berkas dan nasib seseorang bisa dipelajari secara mendalam hanya dalam hitungan jam?" sambungnya.
Perjalanan hukum Nikita memang cukup berliku.
Berawal dari perselisihan ulasan produk di akhir 2024, hukumannya justru terus bertambah berat dari empat tahun menjadi enam tahun di tingkat banding.
Kini, di titik terendahnya, Nikita kembali mengetuk hati nurani para penegak hukum demi masa depan anak-anaknya.
"Apakah kalian tidak takut memberikan nafkah kepada keluarga kalian dari hasil menzalimi seorang ibu dari tiga anak yang masih kecil? Nikita Mirzani bukan ancaman bagi negara. Menghancurkan hidupnya berarti menghancurkan masa depan anak-anak yang tidak berdosa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel






