Akurat

Pengakuan Helwa Bachmid: Setahun Menikah Siri dengan Habib Bahar Berujung Penderitaan

Syaiful Bahri | 16 November 2025, 10:10 WIB
Pengakuan Helwa Bachmid: Setahun Menikah Siri dengan Habib Bahar Berujung Penderitaan

AKURAT.CO Model Helwa Bachmid akhirnya mengungkap kisah rumah tangganya dengan Habib Bahar bin Smith, sesuatu yang ia pendam selama setahun penuh.

Melalui unggahan di akun Instagram pribardinya @helwabachmid_, Helwa menjelaskan bahwa pernikahan siri yang ia jalani justru membawa tekanan batin yang berat, bukan kebahagiaan seperti yang ia bayangkan.

Helwa mengaku memilih bicara karena merasa hidupnya selama setahun terakhir dipenuhi kekecewaan dan ketidakpastian. Terlebih, pernikahan itu menurutnya sengaja ditutupi oleh Habib Bahar.

“Sudah satu tahun pernikahan ini kamu sembunyikan, dan selama itu juga hidupku penuh penderitaan,” tulis Helwa dalam unggahannya, yang telah ia izinkan untuk dikutip media.

Helwa mengaku menerima lamaran Habib Bahar karena meyakini akan dibimbing secara agama.

Figur Bahar sebagai pendakwah populer membuatnya percaya bahwa ia sedang melangkah ke masa depan yang lebih baik. Namun nyatanya, sejak hari pertama menikah, ia merasa tidak pernah benar-benar diperhatikan.

Menurut Helwa, suaminya jarang hadir dan hampir tidak pernah memberikan arahan maupun perhatian selayaknya kepala keluarga.

Ia bahkan merasa diperlakukan bukan sebagai istri, melainkan seseorang yang hanya dicari saat Bahar menginginkannya.

“Selama satu tahun, aku seperti hanya pelampiasan. Tidak ada bimbingan, tidak ada perhatian,” curhatnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perpres, Turunkan Kasus Keracunan MBG Butuh Kolaborasi BGN–BPOM

Tak lama setelah menikah, Helwa dinyatakan hamil. Alih-alih menjadi kabar bahagia, ia justru

menghadapi masa-masa kehamilan tanpa dukungan dari suaminya. Ia menceritakan bahwa Bahar hampir tidak pernah mendampinginya, bahkan saat ia sedang sakit atau membutuhkan pertolongan.

“Yang menemani aku hanya mama. Dari hamil sampai melahirkan dia tidak pernah ada,” tulis Helwa.

Puncak luka emosional itu terjadi ketika usia kandungannya tujuh bulan. Di hari ulang tahunnya, Bahar datang—bukan untuk membawa hadiah, melainkan memberi kabar bahwa istri lainnya juga tengah mengandung dengan usia kehamilan selisih satu bulan.

“Kabar itu meruntuhkan mentalku,” kata Helwa.

Awal Kisah: Rayuan, Janji, dan Prosesi Lamaran

Dalam unggahan lain, Helwa memaparkan bagaimana kisah mereka bermula. Ia mengaku awalnya Bahar mendekatinya dengan menunjukkan dokumen yang disebut sebagai permohonan cerai.

Bahar kemudian terus merayunya dengan bunga dan pesan-pesan manis, yang membuat Helwa akhirnya luluh.

Lamaran berlangsung dramatis—Bahar berlutut dan mencium tangannya—hingga Helwa menerima lamaran tersebut meski hatinya ragu. Pernikahan digelar sederhana pada November 2024 dengan mas kawin berupa cincin 2 gram.

Namun, Helwa mengungkap bahwa ponsel keluarganya diminta diamankan oleh orang-orang dekat Bahar selama prosesi.

“Tidak ada buku nikah. Hanya selembar kertas,” ujarnya mengenang.

Baca Juga: PBB Apresiasi Indonesia: NAP dan SNDC Jadi Bukti Nyata Peralihan dari Janji ke Aksi Iklim

Tak lama setelah pernikahan, Bahar mengakui bahwa ia tidak jadi bercerai dari istrinya. Helwa yang terlanjur menikah hanya bisa menahan rasa kecewa dan berusaha tetap menjalani rumah tangga.

Namun sejak saat itu, ia menyebut hidupnya dipenuhi ketidakpastian. Nafkah diberikan sesukanya, komunikasi sulit, dan kehadiran suami hampir tak ada. Ia merasa menjadi “istri cadangan yang ditelantarkan”.

Helwa akhirnya memberanikan diri berbicara lantaran merasa tidak kuat lagi memendam semua beban seorang diri.

Ia menegaskan bahwa unggahannya bukan untuk menjatuhkan, tetapi karena ia sudah tidak sanggup hidup dalam diam.

“Aku bicara bukan untuk mempermalukanmu, tapi karena aku sudah tidak bisa menahan semuanya sendirian,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.