Akurat

Cerita Zaskia Adya Mecca Kesulitan Tembus Global March to Gaza

Sri Agustina | 16 Juni 2025, 16:26 WIB
Cerita Zaskia Adya Mecca Kesulitan Tembus Global March to Gaza

AKURAT.CO, Zaskia Adya Mecca beserta beberapa artis lainnya seperti Ratna Galih dan Wanda Hamidah diketahui mengunjungi Kairo, Mesir, sejak Kamis (12/6/2025). Mereka berniat untuk bergabung dengan aktivis lainnya yang ikut dalam aksi damai Global March to Gaza.

Global March to Gaza adalah aksi jalan kaki sepanjang 50 kilometer dimulai dari Kairo hingga Gerbang Rafah.

Baca Juga: Cara Zaskia Adya Mecca Ajari Anak Salat, Dinyinyiri Netizen

Zaskia Adya Mecca mengungkapkan sempat mengalami kendala yang cukup serius sehingga memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya.

"Oke, aku sudah mulai bisa bercerita. Kami sign up sebagai peserta secara resmi, under kontingen dari Malaysia. Karena telat daftar, jadi sudah tidak bisa tambah perwakilan utama atas nama Indonesia. Enggak masalah, selama bisa terlibat di long march," tulis Zaskia Adya Mecca dalam unggahannya dilihat pada Senin (16/6/2025).

"Semua dokumen, briefing dari panitia sangat clear, risiko apa pun ditanggung masing-masing, ini adalah gerakan perdamaian dari seluruh dunia, tapi dengan risiko tinggi. Dan panitia masih terus dalam proses negosiasi dengan pemerintahan Mesir yang cukup alot," tambahnya.

Zaskia juga menceritakan jika beberapa warga negara lain yang juga ikut Global March to Gaza sempat ada yang di deportasi.

"Tapi proses imigrasi kami tergolong sangat smooth, jadi kita udah bersyukur seenggaknya enggak langsung dideportasi seperti kebanyakan peserta lain. Sampai di hotel malam-malam vibenya sudah enggak enak. Ada polisi yang langsung mencatat semua paspor dan berbicara serius sambil melihat kami dengan staf hotel," bebernya.

Baca Juga: Liga Arab Tolak Gagasan Trump Ubah Gaza Jadi Riviera: Rencana Itu sebagai Pembersihan Etnis

Namun pergerakan Zaskia Adya Mecca dan kawan-kawannya justru semakin sulit, sebab polisi dan Intel yang mengerubungi busnya.

"Tapi situasi kami lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber-10," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R