Perjalanan Karir Rossa di Industri Musik Terekam dalam Film All Access to Rossa 25 Shining Years

AKURAT.CO Film All Access to Rossa 25 Shining Years akan segera hadir pada 1 Agustus 2024 mendatang. Film yang digarap oleh Time International Films dan juga bekerja sama dengan Sinemaku Pictures serta Inspire Pictures itu menceritakan perjalanan karier Rossa sejak tahun 90-an.
Mulai dari dirinya bernyanyi sejak kecil hingga berada di titik dirinya dikenal di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.
Baca Juga: Film Dokumenter All Access to Rossa 25 Shining Years Tayang 1 Agustus
Hampir 3 dekade menjalani karir sebagai seorang penyanyi, tentunya perempuan asal Sumedang, Jawa Barat itu mengalami banyak hal.
Salah satunya yakni perceraiannya dengan Yoyo Padi Reborn di tahun 2009 serta keinginannya untuk berpindah ke luar negeri membawa putranya, Rizky Langit Ramadhan.
Hal itu terangkum cukup indah selama kurang lebih 90 menit. Para penonton akan disajikan rasa bahagia, senang, dan sedih bersamaan menyaksikan perjuangan Rossa dimulai dari album Nada-Nada Cinta.
Sebagai sutradara, Ani Ema Susanti selaku sutradara film All Access to Rossa 25 Shining Years ternyata merupakan penggemar dari pemilik album Tegar
"Dulu waktu kuliah selalu ditemani oleh lagu-lagu teteh. Saat dipercaya jadi sutradara, aku senang banget," tutur Ani Ema Susanti dalam jumpa pers di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2024).
"Dengan banyaknya footage, Mbak Rossa cukup lengkap mendokumentasikannya, itu memudahkan kami. Tapi yang kesulitan awalnya membangun ceritanya, sesuai enggak dengan kisah hidupnya?" tambahnya.
Dalam film yang juga diproduseri oleh Prilly Latuconsina itu pun memerlihatkan persiapan Rossa dalam menggelar konser tunggalnya sebagai bentuk perjalanan 25 tahun berkarya di Industri Musik Indonesia.
Selain itu, penonton juga akan disuguhkan bagaimana ikatan batin antara ibu dan anak yang cukup kuat.
Baca Juga: Rossa Tuangkan Kisah Luka dan Cerita Inspiratif dalam Film Dokumenter
Meski sebagai single parent, Rossa ingin menyampaikan lewat film ini bahwa menjadi seorang ibu single parent itu tidak mudah. Namun berkat adanya dukungan dari orang-orang terdekat, masa-masa sulit itu mampu dilewatinya.
"Buat aku inilah seadanya, kalau orang pikir enak ya jadi Rossa, enak, tapi dibalik itu ada hal-hal yang aku jalanin mungkin butuh banyak energi," pungkas Rossa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









