Ditinggal Ibunda, Ruben Onsu: Hancurnya Sampai Sekarang

AKURAT.CO, Ruben Onsu mencurahkan perasaannya saat harus kehilangan ibunya, Helmiah yang meninggal dunia pada 29 Juni 2006 lalu.
19 tahun berlalu, namun ayah tiga anak itu mengaku masih merasa hatinya hancur mengingat kebersamaannya dengan mendiang Helmiah.
Baca Juga: Ruben Onsu dan Sarwendah Resmi Bercerai Secara Verstek, Apa Itu?
Terlebih menurut Ruben, sebelum meninggal dunia, dirinya belum bisa memberikan apapun kepada mendiang ibundanya.
"Kalau bicarakan tidak ada mama, sampai sekarang ini gue masih merasa hancur. Kenapa? Karena, semasa hidup dia gue tidak bisa membelikan apa pun," kata Ruben Onsu sambil menangis dikutip dari kanal YouTube Nanda Persada, Selasa (28/1/2025).
Mantan suami Sarwendah itu juga menceritakan momen saat dirinya berziarah ke makam ibunya.
Ia terus bertanya mengapa dirinya harus bertemu dengan orang tercintanya itu di pemakaman.
"Terkadang, gue bawa kembang ke makam dia dan selalu berpikir apa sih efeknya kembang. Tahu enggak kembang itu bagaimana, beliau tahu enggak soal kembang ini. Segitu, gue itu jalan melangkah ke makam sampai memikirkan segitunya," ucapnya.
"Jadi, orang yang gue beli kembang pun dia tahu itu Ruben Onsu. Namun, dia biasa saja dan tidak pernah mempertanyakan apa pun. Karena, saat sampai makam gue cuma berdiam diri, gue selalu bertanya kenapa pertemuan gue sama orang tua gue ada di sini (tempat pemakaman)," katanya sambil mempertanyakan.
Baca Juga: Soal Ketiga Anaknya, Ruben Onsu dan Sarwendah Pilih Asuh Bersama
Pria 41 tahun itu bahkan mengutarakan bahwa dirinya iri melihat ada orang lain yang bisa bersama ibu mereka.
"Kalau ditanya, sampai sekarang ini gue tetap tidak suka melihat pandangan orang yang jalan sama ibunya. Bukan gue benci, tetapi gue itu seperti terpukul. Gue ingin sekali seperti mereka yang bisa menikmati hidup bersama orang tua," bebernya.
Pria yang dikabarkan tengah dekat dengan Desy Ratnasari itu juga memberikan pesan untuk tidak pernah mengatakan orang tua jahat.
"Orang itu kalau dimarahin sama orang tua jangan anggap orang tua itu jahat. Buat gue orang tua itu penting, kalau orang tua gue masih ada, gue akan membahagiakan mereka terlebih dahulu baru orang lain. Namun, ini sudah jalannya Tuhan untuk gue," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








