Kartika Putri Pilih Potong Tali Pusar Anak dengan Dibakar, Ini Alasannya

AKURAT.CO, Pasangan Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya baru saja dikaruniai anak kedua mereka pada Kamis (13/10). Kelahiran putri bernama Khadijah Aaliyah Basira dilakukan secara normal.
Namun ada hal aneh yang dilakukan pasangan tersebut. Keduanya memilih untuk memotong ari-arinya dengan cara dibakar.
"Kan balik lagi, aku emang orang yang kayak agak aneh sih, tapi kenapa aku pakai lilin dibakar karena itu memang zero infection. Jadi infeksinya itu sangat minim. Kalau yang aku baca adalah pada saat proses pembakaran itu darahnya masih mengalir ke baby-nya juga kan. Ya sebenarnya pilihan aja sih," ujar Kartika Putri ditemui di kediamannya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (16/10).
Perempuan 31 tahun itu mengaku menyukai proses pemotongan tali pusar dengan cara tradisional. Menurutnya, apabila menggunakan gunting medis, masih ada kemungkinan akan terinfeksi.
"Kalau mau ringkas ya pakai gunting medis, masih ada kemungkinan infeksi. Tapi kalau aku, suka yang tradisional saja, kayak ya pas proses pemotongan juga kan berdoa. Itu kan juga makanan baby kan, jadi senang aja," paparnya.
Namun pasangan ini ternyata sudah melakukan hal yang sama kepada anak pertama mereka yang bernama Khalisa.
"(Tali pusar) Khalisa juga dibakar, dari anak pertama memang kita bakar (tali pusar) jadi lebih tradisional, tapi lebih aman kenapa nggak. Kecuali, tradisional terus berbahaya baru nggak kita lakukan," ucapnya.
Kartika sendiri mengaku apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang primitif.
"Bukan primitif ya, kalau primitif kan nggak nerima ilmu. Ilmu yang lama lebih baik daripada ilmu yang baru, why not. Ya sudah seru aja sih lihatnya. Makanya aku suruh Habib potongin tali pusarnya, iseng aja ngerjain Habib. Kalau dibakar kan sampai 30 menit," katanya.
Sebagai informasi, Kartika Putri melahirkan anak keduanya yang bernama Khadeejah Aaliyah Basira secara normal dikediamannya.
Khadeejah Aaliyah Basira lahir dengan berat badan 3,55 kilogram dan tinggi 51 centimeter.
Meski melahirkan di rumah, Kartika juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak RSIA yang berada dekat dengan kediamannya
Ia mengaku apapun bisa terjadi, maka dirinya memilih untuk melakukan komunikasi lebih dulu dengan pihak rumah sakit agar dapat menerimanya saat terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Miliki phobia terhadap rumah sakit menjadi salah satu alasan Kartika Putri ingin melahirkan di rumah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





