Dikritik Soal Film 'Selesai', Ini 5 Poin Pernyataan Tompi

AKURAT.CO, Musisi Tompi berikan klarifikasi dan pernyataan dalam rangka menanggapi kritikan netizen setelah rilis film "Selesai" yang disutradarai dirinya.
Sang dokter ini menuai kritik setelah membahas soal proses produksi karyanya itu. Berikut 5 poin pernyataan Tompi soal film Selesai.
1. Namanya jadi tranding di Twitter.
Nama Tompi sempat masuk jajaran trending topic Twitter setelah dia mengisi acara diskusi soal Film Selesai. Ternyata banyak pernyataan yang dianggap blunder oleh warganet.
Bahkan penyanyi Tompi dituding telah merendahkan martabat perempuan lewat film yang digarapnya bersama Imam Darto tersebut.
2. Sudut pandang perempuan Tak Dilibatkan
Dalam diskusi online membahas film Selesai pada Kamis (19/8/2021) kemarin, ada warganet yang menanyakan mengapa saat membuat film yang menurut mereka menyoroti perempuan, namun tak melibatkan kaum hawa dalam proses pengembangan cerita.
"Pertanyaan, kenapa Tompi suka membuat film tentang perempuan, tapi nggak pernah melibatkan perempuan," tulis warganet dengan akun @torantula mengutip pertanyaan saat sesi diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Tompi menjawab secara diplomatis dan santai.
"Ya kan ini sesuai kebutuhan. Kalau kami perlu tahu tentang perempuan, kami akan tanya perempuan," kata Tompi.
Dengan jawaban seperti itu, warganet menganggap Tompi tidak memasukkan sudut pandang perempuan dalam film garapannya bersama Imam Darto yang didapuk sebagai penulis tersebut.
3. Soal wanita seksi dalam film
Pernyataan Tompi yang juga ramai diperbincangkan adalah, karena ia menilai laki-laki akan tertarik untuk berpikir macam-macam begitu melihat wanita seksi.
"Sekarang secara harfiah biologisnya orang lah, kalau lihat cewek seksi, laki-laki yang mungkin gak punya pelampiasan bakal tergoda nggak buat mikir yang enggak-enggak? Iya kan? Faktanya kan," ujar Tompi dalam wawancara tersebut.
4. Buat film bukan untuk dinilai
Tak hanya itu, Tompi telah mengonfirmasi lewat live Instagram beberapa waktu lalu soal kritik yang dilayangkan kepada dirinya terkait Film Selesai yang dibintangi Ariel Tatum, Gading Marten, dan Anya Geraldine tersebut.
"Saya enggak bikin film buat dinilai, bukan juga buat di apa ya, pengakuan dari si A, si B, si C, orang-orang tertentu, belum juga mereka punya ilmunya kan?" ucap Tompi.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa garapan film yang dihasilkan dan respons yang didapat tersebut dengan sebuah analogi.
"Itu tadi saya bilang, orang makan tempe lu kasih keju, enggak bakal nyambung. Biarin aja," kata Tompi.
5. Mencerdaskan anak bangsa
Tompi disebut merendahkan perempuan terkait film 'Selesai. Hal itu menjadi kritikan publik yang dilayangkan kepadanya.
Tompi menanggapi respons warganet yang mendukung dia dan setuju atas pembuat film itu. Warganet tersebut membalas utasan dari musisi Torantula yang membahas soal kontradiksi dalam Film Selesai dan pernyataan Tompi dalam forum Spaces yang rekamannya tersebar di Twitter.
Warganet dengan akun @Tonisalvatios tersebut menganggap bahwa Torantula hanya memotong-motong dialog lalu menyimpulkannya sehingga menimbulkan informasi yang keruh.
"Ini namanya potongan dialog yg membuat kesimpulan jadi jelek. @dr_tompi bilang informasi yang dia dapat sudah cukup, hanya masalah kebutuhan saja, kalo dia merasa tidak tahu pasti bertanya," cuit warganet tersebut.
Tanpa disangka, cuitan warganet tersebut mendapat respons dari Tompi soal kecerdasan anak bangsa.
"Nah.. memang enggak gampang mencerdaskan bangsa," kata Tompi dalam cuitan di akun Twitternya, menanggapi respons warganet yang membelanya tersebut.
Sebagai informasi, film Selesai mengisahkan soal rumah tangga Ayu (Ariel Tatum) dan Broto (Gading Marten) yang mengalami masalah akibat perselingkuhan.
Ayu sejatinya sudah ingin meninggalkan Broto yang beberapa kali kedapatan berselingkuh dengan Anya (Anya Geraldine), namun hal ini terhalang kehadiran mertua yang tinggal di rumah mereka karena terjebak lockdown. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





