Akurat

BP Investasi Proyek CCUS USD7 Miliar di Ladang Gas Papua

Hefriday | 23 November 2024, 19:02 WIB
BP Investasi Proyek CCUS USD7 Miliar di Ladang Gas Papua

AKURAT.CO Perusahaan energi asal Inggris, BP, bersama mitranya, mengumumkan rencana investasi sebesar USD7 miliar untuk proyek penangkapan karbon dan pengembangan ladang gas di Papua. Langkah ini berpotensi membuka sumber daya gas tambahan sebesar 3 triliun kaki kubik dan memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi global.

Dikutip dari Reuters, pengumuman ini disampaikan BP dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di London pada Kamis (21/11/2024) lalu. Pertemuan tersebut menandai komitmen Inggris untuk mendukung Indonesia melalui investasi besar-besaran di sektor energi, pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.

"Total investasi Inggris di Indonesia mencapai USD8,5 miliar. Ini mencerminkan optimisme mereka terhadap perekonomian kita," ujar Prabowo.

Baca Juga: ELSA Kaji Bisnis CCS/ CCUS

Produksi di ladang gas Ubadari, bagian dari wilayah kontrak Tangguh, dijadwalkan dimulai pada 2028. Gas yang dihasilkan akan diproses di fasilitas gas alam cair (LNG) Tangguh yang telah beroperasi di Papua Barat. Proyek ini tidak hanya memperluas kapasitas produksi gas tetapi juga memperkenalkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS) untuk mengurangi emisi karbon.

BP menyatakan bahwa proyek CCUS ini akan memanfaatkan karbon dioksida (CO2) dari emisi Tangguh untuk meningkatkan produksi gas. Dalam fase awal, proyek ini memiliki potensi untuk menangkap hingga 15 juta ton CO2. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BP dalam mendukung pengurangan emisi global dan memastikan keberlanjutan operasional.

Proyek Tangguh dioperasikan oleh BP dengan kepemilikan saham sebesar 40,2%. Mitra lainnya mencakup perusahaan energi global seperti CNOOC dari Tiongkok, Mitsubishi Corporation, Inpex Corporation, serta Japan Oil, Gas and Metals National Corporation. Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi internasional dalam mewujudkan proyek energi bersih.

Proyek pengembangan ladang gas Ubadari dan penerapan CCUS pertama kali disetujui oleh regulator minyak dan gas Indonesia pada 2021. Ini menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sumber daya energi di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global.

Investasi ini menjadi bagian dari dukungan Inggris terhadap transisi energi Indonesia. Proyek ini tidak hanya menambah pasokan energi nasional tetapi juga mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan yang sejalan dengan komitmen Indonesia dalam perjanjian Paris.

Selain potensi ekonominya, proyek ini juga membawa dampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengurangi emisi karbon di fasilitas Tangguh, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam pengurangan emisi global. Ini juga menjadi langkah konkret dalam memenuhi target net-zero emissions.

Rencana investasi ini disambut baik oleh pasar dan pemangku kepentingan. BP dan mitranya berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Proyek ini juga diharapkan meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua.

Keputusan BP untuk memperluas investasinya di Indonesia menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana investasi asing dapat mendukung pembangunan nasional.

Dengan rencana ambisius ini, BP dan Indonesia menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan energi dan iklim global. Proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi investasi energi bersih lainnya di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa