Kritisi Modest Fashion RI, Teten: Terlalu Banyak Fashion Show Tanpa Strategi Pemasaran Terintegrasi
Demi Ermansyah | 14 Oktober 2024, 14:18 WIB

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki melihat potensi besar dalam modest fashion sebagai kekuatan budaya dan ekonomi Indonesia.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Jakarta 1st Modest Fashion Month (MOFAM) di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu malam (13/10/2024).
Menurut Teten, modest fashion telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia dan memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global. Selain itu, kekayaan alam Indonesia, seperti serat alam, memberi peluang bagi industri ini untuk tumbuh secara berkelanjutan.
"Kita punya potensi untuk memimpin industri berkelanjutan dengan bahan baku lokal yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Potensi pasar domestik juga sangat besar, terutama karena Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Market demand di dalam negeri sangat dinamis, dan ini bisa menjadi fondasi kuat sebelum kita masuk ke pasar global,” kata Teten.
Namun, Teten mengingatkan bahwa kekuatan budaya dan sumber daya saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya strategi pemasaran yang efektif untuk memperkuat branding Indonesia sebagai pusat modest fashiondunia.
“Sekarang ini terlalu banyak fashion show, tapi tanpa strategi pemasaran yang terintegrasi,” ujarnya.
Acara seperti MOFAM diharapkan bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan karya desainer lokal ke pasar internasional. Menurut Teten, event besar seperti ini harus menargetkan buyer dan menjalin kerja sama B2B agar lebih berdampak bagi industri.
"Event seperti Jakarta Modest Fashion Week harus memikirkan target yang jelas, bukan sekadar seremonial,” tambahnya.
MOFAM juga menghadirkan showcase produk-produk dari 30 UKM dan karya 14 desainer muda, yang memperlihatkan kreativitas dalam modest fashion dengan tema streetwear dan ready-to-wear. Selain itu, 20 food truck turut meramaikan acara untuk menarik minat lebih banyak pengunjung.
Teten berharap ekosistem industri modest fashion di Indonesia bisa tumbuh dengan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha. “Kita tidak bisa hanya bergantung pada potensi, tapi harus ada pengelolaan yang baik agar kita bisa menjadi pemimpin pasar,” ujarnya.
Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, juga optimistis bahwa MOFAM bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global. "Acara ini bukan hanya memamerkan produk, tapi juga membuka peluang usaha kreatif dan memperluas jaringan bisnis,” kata Elisabeth.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN








