Komisi VII Kembali Soroti Tren Penurunan Lifting Migas
Demi Ermansyah | 27 Agustus 2024, 18:24 WIB

AKURAT.CO Komisi VII DPR RI kembali memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rangka rapat kerja membahas asumsi dasar sektor ESDM dalam RUU APBN 2025.
Di mana menurut Wakil Ketua Komisi VII, Maman Abdurrahman yang memimpin rapat ini mengatakan, pihaknya menyoroti lifting minyak dan gas bumi (migas) yang trennya menurun dan berharap dalam rapat kali ini ada respons positif dari Kementerian ESDM.
"Pak Presiden dan juga Pak Menteri dalam beberapa kesempatan sudah cukup menyinggung terkait lifting migas kita yang secara tren menurun. Artinya ada harapan besar dari kami Komisi VII yang mudah-mudahan nanti di dalam raker ini bisa direspons secara positif juga oleh temen-temen Kementerian ESDM bahwa ada satu narasi besar yaitu optimisme," ungkapnya dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Dalam rapat ini, disetujui juga asumsi sektor ESDM yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, diantaranya ICP disepakati USD82 per barel dan total lifting minyak dan gas kita yaitu 1,610 juta barel minyak per hari. Yang mana, secara rincian lifting ini dibagi menjadi lifting minyak 605 ribu barel minyak per hari dan lifting gas 1,005 jua per hari.
”Masuk sekarang ke volume BBM dan LPG bersubsidi Volume BBM bersubsidi kita yaitu disepakati setiap terbagi menjadi 2, yaitu minyak tanah 0,5 juta kiloliter, setuju? Minyak solar 18,89 juta kiloliter, setuju? Total yaitu menjadi 19,41 juta kiloliter, setuju ya?,” tanya Maman yang kemudian dijawab ’setuju’ oleh seluruh peserta rapat.
Lebih lanjut, dalam rapat ini disepakati juga volume LPG 3 kg menjadi 8,2 juta metrik ton, subsidi minyak solar tetap dengan angka Rp1.000 per liter, dan subsidi listrik naik kurang lebih Rp10 triliun menjadi Rp90,22 triliun. Maman pun secara khusus meminta kepada Dirut PLN untuk memperhatikan ketersediaan listrik daerah-daerah tertinggal dan termarginal, termasuk pedalaman daerah timur dan Kalimantan.
"Titipan saya dalam forum ini, tolong daerah-daerah yang agak sedikit termarginalkan seperti Indonesia Bagian Timur, Pak Dirut, terus Kalimantan yang di pedalaman itu jaringan listriknya dilanjutkan. Dan perbaikan data penerima subsidi listrik menjadi catatan karena ini angkanya luar biasa lumayan naik tinggi ini,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









