Kementan Ajukan Anggaran 2025 Hingga Rp59,7 T, Komisi IV: Negara Tidak Serius

AKURAT.CO Pimpinan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anggia Erma Rini menyebutkan bahwa anggota Komisi IV DPR siap mendukung usulan penambahan anggaran sebesar Rp59,7 triliun untuk Kementerian Pertanian.
Sebab, lanjut Erma, penambahan anggaran untuk Kementan perlu diadakan untuk program peningkatan produktivitas pangan Indonesia agar lebih optimal. Dirinya melihat anggaran yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas terbilang masih cukup kurang dan negara terkesan tidak serius.
"Jika melihat anggaran dari Pak Menteri Pertanian ini, negara tidak serius. Membahas soal pangan, ada krisis pangan global, El Nino, dan berbagai faktor lain yang tidak mendukung produktivitas pangan kita. Negara ini tidak serius terhadap kemandirian dan kedaulatan pangan," ujarnya pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Kementerian Pertanian di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Mentan Minta Tambahan Anggaran 2025 Rp26 T, Ini Alasannya
Oleh karena itu, lanjutnya, untuk anggaran ini adalah pagu awal yang nantinya akan DPR detailkan setelah menjadi pagu definitif. Sebab ekan-rekan di Komisi IV DPR RI sangat mendukung tambahan anggaran ini.
Senada dengan Erma, Salim Fakhry selaku anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi Golkar, menyampaikan bahwa sebaik apapun program yang dibuat oleh Kementerian Pertanian, tanpa dukungan alokasi dana yang memadai, program tersebut tidak akan berhasil.
"Tugas konkret kami di Komisi IV DPR RI adalah mendorong. Dengan anggaran hanya Rp8 triliun, walaupun ini masih pagu indikatif sementara, jika tidak didorong melalui mekanisme Banggar, tambahan anggaran nanti hanya akan sedikit. Kita butuh hingga Rp50 triliun. Oleh karena itu, kami berharap kementerian harus berkoordinasi agar apa yang kita sampaikan mendapat respons dari anggota Banggar," kata Salim.
Sebagai Informasi, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta dukungan kepada komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) untuk menambah anggaran tahun 2025 yang sudah dirumuskan oleh Kementerian Pertanian.
Dirinya menjelaskan bahwa pagu indikatif Kementerian Pertanian untuk Tahun Anggaran 2025 yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas adalah sebesar Rp8,06 triliun, yang terdiri dari Rp6 triliun dalam rupiah murni dan Rp2,06 triliun dalam non rupiah murni.
Disebutkan bahwa Alokasi pagu indikatif sebesar Rp8 triliun tersebut nantinya akan direncanakan untuk berbagai keperluan.
Seperti ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas sebesar Rp3 triliun, nilai tambah dan daya saing industri sebesar Rp1,6 triliun, pendidikan dan pelatihan vokasional sebesar Rp658 miliar, serta dukungan manajemen sebesar Rp2,78 triliun.
"Karena pagu indikatif tahun 2025 masih terbatas, Kementerian Pertanian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp26,64 triliun, sehingga total anggaran Kementan setelah ditambah pagu indikatif menjadi Rp34,7 triliun," paparnya.
Di luar itu, Amran juga mengusulkan tambahaj anggaran Rp25 triliun guna memuluskan cita-cita Prabowo mencetak 1 juta hektare sawah baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 7Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 8Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur: Nama Saya Hancur Sehancur-hancurnya
- 10Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji








