Mentan Amran Bidik Peningkatan Kesejahteraan Petani di Merauke

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memimpin langkah besar dalam optimalisasi lahan pertanian di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi hingga tiga kali dalam setahun, sebagai bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan upaya peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam kunjungannya ke Kp Candra Jaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Mentan Amran menekankan pentingnya optimalisasi lahan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan mencapai produksi padi yang maksimal.
“Hari ini kami tinjau, optimalisasi lahan, di sini areal biasanya tanam satu kali, kita jadikan tiga kali, jadi pendapatan petani meningkat tiga kali lipat, ini akan berdampak signifikan pada produksi pangan nasional," ujar Mentan Amran.
Baca Juga: Spektakuler! Zhilei Zhang Tumbangkan Deontay Wilder dalam Pertarungan Lima Ronde
Optimalisasi ini melibatkan penerapan teknologi modern dan pemberian bantuan sarana serta prasarana pertanian.
Diketahui pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyalurkan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih unggul kepada petani setempat.
Mentan Amran menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya untuk meningkatkan produksi tetapi juga untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan pertanian.
"Pendekatan kami adalah modernisasi pertanian. Kami memberikan alsintan dan benih unggul agar petani dapat mengelola lahan mereka dengan lebih efisien dan produktif. Dengan demikian, kita bisa mencapai target penanaman tiga kali setahun," tambahnya.
Baca Juga: Sukses Rebut Liga Champions, Jude Bellingham Isyaratkan Ingin Kejar Treble untuk Real Madrid
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari petani, masyarakat, hingga pemerintah daerah setempat.
Wakil Bupati Merauke, Riduwan yang menyambut baik program pengembangan pertanian diwilayahnya ini mengatakan Merauke memiliki potensi besar untuk memaksimalkan pertaniannya.
“Kami menyambut baik keseriusan dari Kementan ini, memang lahan kita memungkinkan untuk optimalisasi lahan sekitar 40.000 hektare, dengan kondisi daerah kita yang datar, ini sangat memungkinkan untuk tanaman padi, ini sangat bagus, karena ketersediaan lahan kita cukup” terangnya.
Khusus di Distrik Kurik dan Distrik Malind, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Josefina L. Rumasbuw, mengungkapkan setidaknya ada 18.000 hektare lahan di dua distrik tersebut yang akan dioptimalisasi.
“Kurang lebih Kurik dengan Malind ada lahan yang sudah eksisting 18.000 hektare, ini akan kita optimalisasi, dari yang IP nol menjadi satu, satu ke dua, dua ke tiga” terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








