Akurat Logo

Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,05 Persen, Menko Airlangga: Jangan Berpuas Diri dan Tekan Biaya Logistik

Silvia Nur Fajri | 21 Februari 2024, 15:49 WIB
Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,05 Persen, Menko Airlangga: Jangan Berpuas Diri dan Tekan Biaya Logistik

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya tidak berpuas diri dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi saat ini di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. 

Indonesia mampu mencetak pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% (yoy) di 2-2023, melampaui perkiraan konsensus sebesar 5,03%.

Capaian ini tak lepas dari pertumbuhan pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,82% (yoy) dan Investasi sebesar 4,40% (yoy). Dari sisi sektoral, tercatat yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan, sedangkan dari segi pengeluaran, pertumbuhan terbesar berasal dari konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).

Baca Juga: Tekan Biaya Logistik, Pemerintah Ungkap Implementasi 4 Pilar NLE Hampir 100 Persen

Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mengoptimalkan tiga mesin ekonomi untuk terus berfungsi secara berkelanjutan demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Yang pertama mesin konvensional. Kita ketahui bersama tentunya kita harus membuka pasar ekspor dan kita harus meningkatkan produktivitas serta mendorong investasi yang lebih produktif atau lebih efisien. Kita tahu Incremental Capital Output Ratio (ICOR) kita sekarang sekitar 6, kita harus efisienkan sehingga ICOR targetnya ke angka 4," ucap Menko Airlangga dalam laman resmi, dikutip Rabu (21/2/2024).

Kedua, yakni mesin ekonomi baru atau mesin digital yang diharapkan akan berperan sebagai penggerak pertumbuhan di masa mendatang. Terkahir, perbaikan mesin ekonomi Pancasila, yang bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang lebih adil.

Menko Airlangga juga menyatakan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan yang luas, memerlukan infrastruktur konektivitas seperti jalan, pelabuhan, dan bandara. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik, yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing investasi di Indonesia.

"Tahun lalu bersama Menteri Bappenas dan Kepala BPS pemerintah telah meluncurkan data biaya logistik nasional, yang angkanya di tahun 2022 sebesar 14,29 persen. Kemudian kita mendorong agar sepuluh tahun ke depan bisa mendekati single digit dan di 2045 targetnya adalah 8 persen," ujar Menko Airlangga.

Pemerintah terus mempertahankan komitmennya untuk meningkatkan kinerja logistik melalui berbagai kebijakan, termasuk implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) sebagai langkah untuk menggalang kerjasama dan sinergi antara instansi pemerintah dan pelaku usaha guna meningkatkan efisiensi logistik di tingkat nasional.

Secara keseluruhan, pencapaian progres rencana aksi NLE hingga 31 Desember 2023, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2020, telah berjalan dengan baik. Kehadiran NLE telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat infrastruktur logistik nasional melalui berbagai inovasi, seperti layanan SSm, SP2 online, dan DO online.

"Kemudian sesuai dengan Inpres 5 tahun 2020, Kementerian Perdagangan salah satu tugasnya ada integrasi pelaporan perdagangan antar pulau melalui sistem INSW. Saat ini Kementerian Perdagangan juga sedang merevisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 92 Tahun 2020 yang tentu akan mengakomodasi perbaikan yang pro bisnis dan diharapkan ini bisa meningkatkan efisiensi kita," kata Menko Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya memperkuat struktur logistik nasional untuk mencapai target efisiensi dan penurunan biaya logistik nasional pada tahun 2045. Hal ini akan dilakukan melalui penguatan NLE, ekspansi digitalisasi logistik di luar pelabuhan, standarisasi layanan logistik, serta peningkatan infrastruktur dan konektivitas melalui re-engineering jaringan pelayaran domestik dan pengembangan pusat logistik.

"Perbaikan sistem logistik ini juga Indonesia sedang memperhatikan untuk bergabung dan mempelajari Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CP-TPP) untuk memperluas fokus pasar di Amerika Selatan dan Amerika Tengah," ucap Airlangga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.