Film Di Ambang Kematian Cetak Box Office, Tripar Multivision (RAAM) Pede Laba Bersih 2023 Tembus Rp100 M

AKURAT.CO Emiten hiburan dan produsen film PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengincar bottom line atau laba bersih sebesar Rp100 miliar sepanjang tahun 2023 usai kesuksesan film "Di Ambang Kematian" besutan Raam Punjabi yang mencetak box office 3,3 juta penonton lebih.
Corporate Secretary RAAM, Sugiri mengatakan pendapatan dari film yang memecahkan rekor sebagai film terlaris kedua pada tahun ini baru akan dibukukan di kuartal IV-2023 lantaran baru dirilis pada 28 September 2023.
“Sehingga pendapatan film ini akan tercatat pada kuartal IV-2023 dan hal ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan pada akhir tahun 2023,” kata Sugiri dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (18/11/2023).
Baca Juga: Dalton Tanonaka Laporkan Adik Ipar Raam Punjabi ke Polisi
Ditambahkan, target laba bersih sepanjang tahun 2023 akan didukung oleh berbagai lini pendapatan antara lain penjualan tiket, distribusi film, penjualan hak cipta web series, dan sinetron. Semua sektor yang digarap RAAM dikalim mampu memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perseroan disepanjang 2023.
"Pada kuartal III-2023 pendapatan kami tumbuh sebesar 2 persen menjadi Rp231 miliar dari periode sebelumnya Rp226 miliar, mayoritas berasal dari sinetron (47%) dan film (22%). Selain itu, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp51 miliar," imbuh Sugiri.
Tambahan informasi, hingga 2023 RAAM telah memiliki library lebih dari 15.000 jam sinetron dan lebih dari 650 judul film.
Rencana Ke Depan
Pada tahun 2024, RAAM akan memproduksi sekitar 13 film. RAAM juga telah mengantongi pemesanan sinetron setara dengan 365 jam untuk 2024 mendatang. RAAM mengakui bahwa industri film telah menjadi salah satu sektor paling menarik dan dinamis dalam dunia hiburan. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan preferensi konsumen, perusahaan film publik ini terus berupaya beradaptasi untuk tetap relevan dan menghadapi berbagai tantangan.
RAAM merupakan distributor terbesar film India di Indonesia, Thailand, dan Timor Leste, menguasai pangsa pasar lebih dari 95%. Perusahaan juga mendistribusikan film Indonesia di Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja, sambil terus memperluas pasar ke Thailand dan Myanmar. Selain memproduksi film-film berkualitas, RAAM terus melakukan ekspansi dengan menambah lima bioskop baru di beberapa wilayah.
Sebagai sebuah pionir industri perfilman Tanah Air, RAAM juga terus beradaptasi dengan mengembangkan lini bisnis digitalnya dan terbaru mengakuisisi 35% saham DMS+, sebuah platform OTT yang melayani pecinta horor yang diciptakan oleh pasangan Demian Aditya dan Sarah Wijayanto. DMS+ telah menjangkau 1,3 juta pemirsa dan telah diunduh lebih dari 500.000 kali, dengan basis pengguna aktif sebanyak 278.000.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






