Akurat

Sentuh Rp73,5 T, Pendapatan Telkom (TLKM) Semester I-2023 Naik 2,1 Persen

Arief.Permana | 29 Juli 2023, 15:11 WIB
Sentuh Rp73,5 T, Pendapatan Telkom (TLKM) Semester I-2023 Naik 2,1 Persen

AKURAT.CO PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom membukukan pendapatan konsolidasian Rp73,5 triliun per semester I-2023, tumbuh sebesar 2,1% secara tahunan atau YoY.

Pendapatan perseroan dikontribusi dari pertumbuhan kinerja yang kian menguat dari data, internet & IT services Rp41,6 triliun dan IndiHome yang terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar sebesar Rp14,4 triliun. Selain itu, Interconnection Rp4,5 triliun dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 6,1%, 4% dan 5,7% dari periode yang sama tahun lalu.

Komposisi pendapatan Telkom bergerak dinamis seiring dengan transformasi perusahaan di mana kontribusi pendapatan dari bisnis digital terus meningkat, bersamaan dengan kontribusi pendapatan bisnis legacy mengalami penurunan. Pergeseran ini menunjukkan bahwa transformasi perusahaan berada pada jalur yang benar untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan sesuai perubahan bisnis.

Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA dan laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp38,4 triliun dan Rp12,8 triliun. Hal ini tak lepas dari fokus Telkom dalam mempercepat langkah transformasi dengan stategi utama 5 langkah berani dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan kinerja positif di semester I-2023 tak terlepas dari strategi utama Five Bold Moves.

"Sepanjang semester pertama pada tahun 2023 ini, Telkom masih terus gencar mempercepat implementasi strategi utama Five Bold Moves yang sudah kami canangkan sejak tahun lalu. Salah satu implementasi yang baru saja kami resmikan adalah FMC di mana IndiHome berpindah ke Telkomsel. Ke depan Telkomsel akan fokus menyasar segmen B2C dengan solusi layanan lengkap dan terintegrasi, sedangkan Telkom di segmen B2B," kata Ririek dikutip Sabtu (29/7/2023).

Ditambahkan, pihaknya juga terus melakukan pengembangan infrastruktur dan jaringan. Infrastruktur jaringan dan layanan terus dikembangkan yang berdampak pada peningkatan expense. Namun ini diyakini menjadi good cost dan investasi jangka panjang yang hasilnya diharapkan akan bisa dituai di kemudian hari.

"Telkom juga terus memacu pertumbuhan melalui new engine of growth dan kinerja yang kuat dari anak perusahaan," imbuhnya.

Demi meningkatkan kualitas infrastruktur, solusi dan layanan kepada masyarakat, hingga Juni 2023, perseroan telah menggunakan belanja modal perseroan mencapai Rp15 triliun atau 20,5% dari total pendapatan. Anggaran ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y