Akurat Logo

Pendapatan Tembus Rp7,2 Triliun, Begini Strategi MR.D.I.Y. Menarik Konsumen Selain dengan Harga Murah

Idham Nur Indrajaya | 4 November 2026, 18:34 WIB
Pendapatan Tembus Rp7,2 Triliun, Begini Strategi MR.D.I.Y. Menarik Konsumen Selain dengan Harga Murah
Pendapatan MR.D.I.Y. mencapai Rp7,2 triliun. Selain harga murah, kelengkapan produk, lokasi toko, dan kenyamanan jadi strategi menarik konsumen. - dok. MR.D.I.Y.

AKURAT.CO Harga murah memang bisa menjadi alasan seseorang datang ke toko. Namun, bagi peritel perlengkapan rumah tangga, harga saja belum tentu cukup untuk membuat konsumen memilih sebuah toko ketika membutuhkan berbagai barang sehari-hari. Kelengkapan produk, lokasi yang mudah dijangkau, hingga kenyamanan berbelanja juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Strategi tersebut menjadi relevan bagi PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,19 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 24,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,77 triliun.

Di balik pertumbuhan tersebut, MR.D.I.Y. tidak hanya mengandalkan proposisi harga terjangkau. Perusahaan juga mengembangkan jaringan toko, menyediakan lebih dari 18.000 jenis produk dalam 10 kategori, serta memperbarui format gerai untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih nyaman.

Kombinasi itu menjadi bagian dari strategi MR.D.I.Y. dalam menjangkau konsumen yang semakin cermat mengatur pengeluaran, tetapi tetap membutuhkan akses terhadap beragam perlengkapan rumah tangga.

Baca Juga: MR.D.I.Y. Perluas Peran, Tak Sekadar Toko Perkakas tapi Jadi Panggung Kreativitas

Baca Juga: Daya Beli Masih Tertekan, Laba MR.D.I.Y. Indonesia Justru Naik 16,4 Persen karena Faktor Ini

Pendapatan MR.D.I.Y. Tembus Rp7,19 Triliun, Transaksi Tumbuh 23,3%

MR.D.I.Y. Indonesia membukukan pendapatan Rp7,19 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 24,5% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp5,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan jumlah transaksi pelanggan sebesar 23,3% YoY. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat Rp894,3 miliar, naik 12,9% dibandingkan sembilan bulan pertama 2025 yang mencapai Rp792,4 miliar.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis MR.D.I.Y. tidak hanya tercermin dari nilai penjualan, tetapi juga dari meningkatnya aktivitas transaksi di jaringan tokonya.

Meski demikian, kenaikan pendapatan dan transaksi tidak otomatis membuktikan bahwa konsumen semakin sering berbelanja atau memiliki loyalitas yang lebih tinggi. Data tersebut lebih tepat dibaca sebagai gambaran meningkatnya aktivitas pembelian secara agregat di jaringan perusahaan.

Jika dibandingkan secara sederhana, pertumbuhan pendapatan sebesar 24,5% sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan transaksi sebesar 23,3%. Selisih tersebut mengindikasikan adanya kenaikan tipis pada nilai pendapatan rata-rata per transaksi secara agregat, meskipun perusahaan tidak menyampaikan angka resmi nilai rata-rata keranjang belanja pelanggan.

President Director MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu konteks penting bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

“Pelanggan Indonesia kini semakin cermat dalam membelanjakan setiap rupiahnya, dan banyak yang beralih mencari pilihan dengan nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari. Di sinilah MR.D.I.Y. hadir, dan kami berterima kasih atas kepercayaan semakin banyak keluarga yang menjadikan kami sebagai peritel pilihan mereka,” ujar Edwin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan melihat kebutuhan konsumen bukan semata-mata pada harga rendah, melainkan juga pada nilai yang diperoleh dari pembelian. Konsumen ingin pengeluaran tetap terkendali tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.

1. Menawarkan Lebih dari 18.000 Jenis Produk dalam Satu Toko

Salah satu strategi MR.D.I.Y. untuk menarik konsumen adalah menyediakan pilihan produk yang beragam. Setiap toko menawarkan lebih dari 18.000 jenis produk yang terbagi ke dalam 10 kategori.

Ketersediaan berbagai kategori tersebut memungkinkan konsumen mencari sejumlah kebutuhan rumah tangga dalam satu lokasi. Produk yang ditawarkan mencakup perlengkapan rumah tangga, peralatan perkakas, aksesori, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.

Strategi ini berkaitan dengan konsep one-stop shopping, yakni pengalaman berbelanja ketika konsumen dapat memenuhi beberapa kebutuhan sekaligus tanpa harus mendatangi banyak toko.

Sebagai ilustrasi, seseorang yang baru pindah rumah mungkin membutuhkan tempat sampah, alat pel, gantungan pakaian, perlengkapan dapur, lampu, hingga perkakas sederhana. Jika berbagai kebutuhan tersebut tersedia dalam satu gerai, konsumen berpeluang menyelesaikan lebih banyak urusan belanja dalam satu kunjungan.

Ilustrasi tersebut bukan data transaksi aktual MR.D.I.Y., tetapi menggambarkan manfaat praktis dari ketersediaan produk lintas kategori. Konsumen tidak harus selalu berpindah dari satu toko khusus ke toko lainnya hanya untuk memperoleh barang-barang yang berbeda.

Kelengkapan produk juga dapat menjadi faktor pembeda di tengah persaingan ritel. Harga murah mungkin menarik perhatian pada awalnya, tetapi pilihan barang yang luas memberikan alasan tambahan bagi konsumen untuk mempertimbangkan sebuah toko ketika membutuhkan perlengkapan rumah tangga.

Dengan demikian, strategi MR.D.I.Y. tidak hanya berkaitan dengan menawarkan harga yang kompetitif, tetapi juga menghadirkan banyak pilihan dalam satu tempat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.