Pertamina Kembangkan Desa Energi, Petani Bali Raup USD32.500 per Tahun

AKURAT.CO Program Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis urban farming yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) di Bali sukses mencuri perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE).
Model pemberdayaan masyarakat berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ini dinilai unik dan berpotensi diadopsi oleh National Oil Company (NOC) negara-negara tetangga.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menekankan bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan energi untuk generasi mendatang.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Kerja Sama Hulu Migas di Algeria, Bidik Peluang Bisnis Baru
“Di sektor energi, ketahanan berarti memastikan bahwa sistem yang kita andalkan saat ini mampu terus memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung perekonomian, dan melayani generasi mendatang,” kata Simon, Sabtu (31/10/2026) malam.
Simon menambahkan, keberadaan DEB yang diinisiatif Pertamina, mendukung penciptaan nilai ekonomi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di desa desa.
Sekadar informasi, ketertarikan negera ASEAN mengemuka saat para delegasi meninjau langsung kawasan DEB Uma Palak Lestari di Denpasar Utara, Bali. Konsep penggabungan transisi energi bersih dan ketahanan pangan dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal.
"Dari testimoni para delegasi, mereka menyampaikan belum pernah melihat model pengelolaan community involvement development seperti ini sebelumnya. Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan estimasi biaya hingga potensi pendapatan petani untuk dipelajari," ujar Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita.
Baca Juga: KPK Periksa Mantan GM PINS Indonesia dalam Penanganan Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
Keunggulan utama model DEB Pertamina terletak pada nilai multiplier effect yang tinggi. Kelompok Usaha Bersama (KUB) petani lokal mampu menghasilkan pendapatan (revenue) hingga lebih dari 32.500 Dolar AS per tahun.
Program yang mengoptimalkan lahan seluas 10 hektar ini dikelola oleh 35 anggota kelompok tani dan memberi dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







