Tripatra Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan Karbon Dioksida Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

AKURAT.CO PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA), perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik, mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI), unit usaha petrokimia Parna Raya Group, dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur.
Fasilitas yang diresmikan pada 22 Oktober 2026 ini memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari, dengan TRIPATRA menjalankan lingkup pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC).
Fasilitas ini memanfaatkan CO₂ hasil samping produksi amonia KPI untuk diolah menjadi karbon dioksida cair atau liquid CO₂ (LCO₂) bernilai komersial. Melalui pemurnian dan pencairan, fasilitas tersebut dirancang untuk menghasilkan CO₂ yang memenuhi persyaratan penggunaan industri dan pangan, termasuk untuk kebutuhan industri makanan dan minuman.
Baca Juga: Didorong Kideco dan Tripatra, Pendapatan Indika Energy Tumbuh 19,9% pada Semester I-2026
President Director & CEO TRIPATRA, Raymond Naldi Rasfuldi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh KPI untuk membangun fasilitas pabrik pencairan CO2 ini.
"Kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab sekaligus kebanggaan bagi kami untuk turut mendukung pengembangan usaha KPI," ujar Raymond.
Tripatra sebagai kontraktor penyedia solusi berbasis rekayasa teknik, mendukung KPI untuk mewujudkan fasilitas pabrik pencairan CO2 terbesar di Indonesia, serta menjadi yang pertama di Pulau Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama, ketekunan, dan komitmen seluruh tim KPI, Tripatra, serta para mitra yang terlibat.
Pemanfaatan CO₂ pada fasilitas ini merupakan penerapan Carbon Capture and Utilization (CCU), yaitu penangkapan dan pemanfaatan kembali karbon dioksida untuk berbagai kebutuhan industri.
Melalui pendekatan ini, CO₂ hasil samping produksi amonia KPI diolah menjadi produk bernilai komersial yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan pangan. Untuk mendukung proses pengolahan tersebut, fasilitas ini dirancang dengan konsumsi energi listrik maksimum sebesar 188 kilowatt-jam per ton produk.
TRIPATRA melanjutkan dukungannya kepada KPI melalui tahap pengujian kinerja dan keandalan fasilitas untuk memastikan pemenuhan target yang telah ditetapkan. Tahap ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fasilitas agar dapat mendukung kebutuhan operasional KPI secara andal.
"Dalam setiap tahapnya, keselamatan, kualitas, dan kerja sama yang erat dengan KPI tetap menjadi prioritas kami. Melalui kolaborasi ini, KPI dan TRIPATRA juga berkomitmen untuk mendorong inovasi berkelanjutan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan perekonomian nasional," ujar Raymond Naldi Rasfuldi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi








