Inalum Kantongi Sertifikat Hijau, Emisi Aluminium 2,99 Ton CO2

AKURAT.CO PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meluncurkan sertifikat hijau (green certificate) untuk memperkuat daya saing aluminium rendah emisi di pasar global, terutama Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.
Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum, Arif Haendra mengatakan, sertifikat tersebut mendapat respons positif dari pasar Eropa.
Sertifikat itu menunjukkan emisi karbon produk aluminium Inalum berada di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium.
Baca Juga: Bidik Pasar Global, INALUM Luncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium
“Bulan lalu, saya dengan Pak Jeff itu meluncurkan green certificate. Green certificate yang diterima sangat baik oleh pasar di Eropa,” kata Arif dalam Inalum Media Insight 2026, Senin (26/10/2026) malam.
Saat ini, emisi karbon Inalum tercatat sebesar 2,99 ton CO2 per ton aluminium. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan tingkat normal perusahaan yang berada di kisaran 2,8 ton CO2 per ton aluminium.
Arif menjelaskan, kenaikan emisi tersebut dipengaruhi kondisi muka air Danau Toba yang sedang surut. Untuk menghemat penggunaan air, Inalum mengurangi produksi listrik dari pembangkit yang memanfaatkan sumber air tersebut.
Sebagai gantinya, perusahaan membeli tambahan pasokan listrik dari PLN sekitar 10–15%. Penggunaan listrik tambahan itu turut meningkatkan emisi karbon produk aluminium Inalum.
“Kalau nanti tinggi muka air danau toba normal, maka produksi listrik inalum akan maksimal, maka ini akan turun. Emisi ini menjadi kurang lebih 2,8,” ujarnya.
Menurut Arif, sertifikat hijau menjadi nilai tambah bagi produk Inalum karena konsumen di pasar internasional semakin memperhatikan jejak karbon dalam rantai pasok industri.
Baca Juga: S&P Global Beri INALUM Rating BBB-, Buka Jalan Perkuat Hilirisasi Aluminium
Status hijau tersebut juga dapat membantu konsumen mendukung klaim keberlanjutan produk akhir yang mereka hasilkan.
“Dan itu sangat digemari di Eropa, Jepang, dan Korea. Mereka sangat ingin mengontrolnya produk inalum, karena statusnya green. Mereka bisa mengklaim produk yang mereka buat juga green,” tutur Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian




