Akurat Logo

Laba BUMN Rp360 Triliun Ditarget Jadi Mesin Investasi Danantara

Esha Tri Wahyuni | 8 Oktober 2026, 17:57 WIB
Laba BUMN Rp360 Triliun Ditarget Jadi Mesin Investasi Danantara
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria

AKURAT.CO Laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun pada 2026. Danantara menyiapkan laba tersebut sebagai modal investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Laba bersih konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksikan mencapai sekitar Rp360 triliun pada 2026.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, laba tersebut nantinya tidak hanya menjadi keuntungan perusahaan, tetapi dapat menjadi sumber pembiayaan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Danantara Tak Dibebani Dividen, Pemerintah Kejar Pertumbuhan Investasi 7 Persen

Dony mengatakan konsolidasi dan pembenahan manajemen BUMN yang dilakukan sejak Danantara menjalankan perannya mulai menunjukkan hasil terhadap kinerja perusahaan pelat merah.

"Saya expect 2026 kita bisa closing paling tidak Rp360 triliun net income, this is huge number, dari laba kita. Saya cukup confidence, paling tidak konsolidasi BUMN-BUMN kita tahun 2026, kita bisa untung Rp360 triliun," kata Dony dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (8/10/2026).

Menurut Dony, laba tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas investasi. Selain digunakan untuk investasi, sebagian dana juga dapat disalurkan sebagai dividen maupun dimanfaatkan untuk menciptakan efek pengganda terhadap perekonomian.

Skema tersebut dinilai penting karena pemerintah memiliki keterbatasan ruang fiskal. Penerimaan negara dan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran negara untuk membiayai kebutuhan pertumbuhan ekonomi.

"Karena itu pemerintah membuat Danantara, untuk itu sebetulnya, bahwa kita tidak cukup mengandalkan dari APBN saja untuk tumbuh. Makanya dibentuk lah Danantara yang menjadi engine pertumbuhan kita," ujar Dony.

Laba BUMN Jadi Modal Proyek

Dony menjelaskan salah satu cara memperbesar kapasitas investasi adalah menggunakan laba BUMN sebagai modal atau ekuitas dalam pembiayaan proyek.

Dalam skema project financing, kebutuhan ekuitas untuk sebuah proyek setidaknya berada di kisaran 30%. Dengan demikian, modal yang disiapkan Danantara dapat menjadi bagian awal untuk menarik pembiayaan yang lebih besar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.