Akurat Logo

Belanja IWIP ke UMKM Tembus Rp1,1 Triliun di Kuartal II 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 Oktober 2026, 08:30 WIB
Belanja IWIP ke UMKM Tembus Rp1,1 Triliun di Kuartal II 2026
Belanja IWIP ke UMKM mencapai Rp1,1 triliun pada Kuartal II 2026. Sebanyak 77,6% belanja tersebut terealisasi di Maluku Utara.

AKURAT.CO Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus memperluas keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok kawasan industri di Maluku Utara.

Aktivitas kawasan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai produk dan jasa yang sekaligus membuka pasar bagi pelaku usaha di sekitar kawasan.

Pada Kuartal II 2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77,6% direalisasikan di wilayah Maluku Utara.

Baca Juga: Jaga Biodiversitas Halmahera, Weda Bay Nickel Pantau 40 Titik

General Manager External Relations Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Yudhi Santoso mengatakan, pertumbuhan kawasan industri juga berjalan beriringan dengan tumbuhnya ekosistem UMKM lokal di Maluku Utara.

“Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara,” kata Yudhi, Senin (5/10/2026) malam.

Salah satu UMKM yang berkembang melalui peluang tersebut adalah CV Satu Tiga Berjaya milik Suhendra.

Suhendra perlahan mengembangkan usahanya hingga kini menjadi salah satu mitra yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan, mulai dari frozen food, daging, hingga seafood untuk kebutuhan kawasan industri IWIP.

Baca Juga: Anggota DPD Bali Arya Wedakarna Jadi Sorotan usai Hadir di Acara LGBTQ Internasional Thailand, Ini Profilnya

“Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” ujar Suhendra.

Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Sebelumnya, pada 2018, setelah mengalami kebangkrutan dari bisnis yang dijalankannya, Suhendra kembali membangun usaha dari skala kecil.

Seiring waktu, ia menyesuaikan usahanya dengan kebutuhan pasar, sekaligus menjaga kualitas barang dan pelayanan kepada pelanggan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.