Akurat Logo

Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu, Ini Penyebabnya

Esha Tri Wahyuni | 22 September 2026, 11:17 WIB
Harga Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu, Ini Penyebabnya
ilustrasi cabai rawit dan cabai merah - Akurat.co/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Harga cabai rawit merah kembali mengalami kenaikan. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, kondisi cuaca panas pada musim kemarau dan fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga cabai di tingkat nasional.

Budi mengatakan harga rata-rata cabai rawit secara nasional kini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram. Pemerintah telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk mengetahui penyebab kenaikan harga komoditas tersebut.

“Ya jadi kalau kita lihat harga rata-rata nasional kan Rp70 ribu. Kami sudah komunikasi, memang (faktor kenaikan harga) karena musim (cuaca) panas ini,” kata Budi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Harga Sembako Hari Ini 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp60 Ribu Per Kg!

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Sejumlah jenis cabai lainnya juga tercatat mengalami peningkatan harga.

Harga cabai merah keriting tercatat Rp55.996 per kilogram, naik 0,09% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp74.435 per kilogram atau meningkat 0,56%.

Adapun harga cabai merah besar berada di level Rp48.202 per kilogram, naik 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada September 2026 mencatat 80,7% wilayah Indonesia atau 564 Zona Musim (ZOM) masih mengalami musim kemarau.

Baca Juga: Daftar Harga Pangan Nasional Agustus 2026: Cabai Rawit Hampir Rp60 Ribu!

BMKG juga menyatakan El Nino saat ini berada dalam kategori sangat kuat. Pada 22 September 2026, BMKG mencatat indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.

Kondisi tersebut turut berdampak pada berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.