Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Dialirkan, Harga Tunggu Penetapan BPH Migas

AKURAT.CO Pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki tahap persiapan pengoperasian.
Sebagaimana diketahui, jargas merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang ketahanan energi. Pemerintah menargetkan pembangunan 1 juta jargas hingga tahun 2028 sebagai bagian dari upaya menuju swasembada energi nasional.
“Hari ini kami hadir untuk memastikan kesiapan pengoperasian jargas yang dibangun melalui APBN, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG (Liquified Petroleum Gas),” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman dikutip dari laman BPH Migas, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Proyek Jargas Dikebut, Ditargetkan 1,45 Juta Sambungan Rumah Baru hingga 2029
Sejalan dengan persiapan pengoperasian tersebut, BPH Migas telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung pemanfaatan jargas di Gresik dan Sidoarjo.
Salah satunya melalui forum diskusi terbuka (public hearing) bersama pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses penetapan harga jargas.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menjelaskan, proses penetapan harga tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat kesiapan pengaliran serta pemanfaatan jargas oleh masyarakat.
“Kunjungan ke jargas Sidoarjo dan Jargas Gresik dalam rangka persiapan pengaliran. BPH Migas telah melakukan public hearing untuk penetapan harga kedua jargas tersebut. Mudah-mudahan harga jargas tersebut dapat segera ditetapkan dan juga nanti akan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Arief menjelaskan, BPH Migas memiliki tugas menentapkan harga jargas untuk rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK) dengan mempertimbangkan nilai keekonomian Badan Usaha serta daya beli masyarakat.
Jargas Gresik dan Sidoarjo juga telah dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: Qodari Beberkan Manfaat Jargas: Pasokan Terjamin, Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Hemat
“Selama ini masyarakat Sidoarjo dan masyarakat Gresik telah mendapat manfaat dari jargas dan juga menikmati dengan harga yang cukup baik dibandingkan penggunaan LPG tiga kilogram,” tutur Arief.
Secara nasional, pembangunan jargas melalui APBN 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 SR di 15 kabupaten/kota. Di Jawa Timur, sebanyak 33.961 sambungan rumah (SR) telah dimanfaatkan masyarakat, terdiri atas 4.000 SR di Gresik dan 29.961 SR di Sidoarjo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia






