Mendag Budi Tak Ingin DMO Wajib untuk Semua Komoditas Strategis

AKURAT.CO Pemerintah tidak ingin kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) diterapkan secara otomatis terhadap seluruh komoditas yang masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Komoditas Strategis.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, penerapan DMO perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik masing-masing komoditas.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kebutuhan nasional tanpa menghambat perdagangan yang efisien dan berdaya saing.
Baca Juga: Said Didu Soroti Tata Kelola DMO Batu Bara, Wanti-wanti Risiko Blackout
"DMO dapat diberlakukan apabila terdapat risiko kekurangan pasokan, kenaikan harga domestik yang signifikan, gangguan rantai pasok atau kondisi ketika peningkatan ekspor berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan nasional," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dengan skema tersebut, DMO nantinya tidak serta-merta menjadi kewajiban bagi seluruh komoditas strategis. Pemerintah akan melihat kondisi pasar dan potensi dampaknya terhadap ketersediaan barang di dalam negeri sebelum menerapkan kewajiban tersebut.
Budi menilai pendekatan selektif diperlukan agar pengaturan komoditas strategis dalam RUU tersebut tetap proporsional dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar.
"RUU perlu memberi fleksibilitas instrumen untuk memberikan ruang bagi Kemendag dalam merespons dinamika pasar global seperti kuota ekspor, DMO, dan larangan sementara," katanya.
Menurut Busan, fleksibilitas tersebut penting karena kondisi pasar global dapat berubah dan berdampak terhadap perdagangan maupun ketersediaan komoditas di dalam negeri.
Saat ini, pemerintah telah menerapkan skema DMO terhadap sejumlah komoditas melalui kebijakan ekspor. Kebijakan tersebut digunakan untuk memastikan kebutuhan domestik tetap terpenuhi ketika komoditas tertentu juga diperdagangkan ke pasar internasional.
Baca Juga: PLN Butuh 154 Juta Ton Batubara, Kementerian ESDM Genjot Percepatan Kontrak DMO
Sejumlah komoditas yang telah menerapkan skema tersebut antara lain batu bara, minyak bumi, gas bumi, serta minyak kelapa sawit dan produk turunannya dalam rangka memenuhi kebutuhan minyak goreng rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar










