Pesanan Melonjak 184 Persen, Produk Kuliner di TikTok Jadi Mesin Penjualan UMKM

AKURAT.CO Makanan kini tidak harus ditemukan lewat papan nama di pinggir jalan atau rekomendasi teman. Sebuah video pendek bisa membuat orang mengenal sebuah produk, penasaran mencobanya, lalu langsung mencari cara untuk membelinya. Perubahan inilah yang membuat TikTok Shop semakin penting bagi bisnis kuliner dan UMKM.
Berdasarkan data yang disampaikan TikTok dalam rangkaian TikTok Food Fest 2026, jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat hampir 95% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B melonjak 184%.
Artinya, pertumbuhan ekosistem kuliner digital tidak hanya terlihat dari sisi konsumen yang semakin aktif berbelanja. Semakin banyak pula pelaku usaha yang melihat platform digital sebagai kanal untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.
Mengapa Pelaku Usaha F&B di TikTok Shop Melonjak 184%?
Pertumbuhan 184% pada jumlah pelaku usaha F&B menunjukkan semakin banyak bisnis kuliner yang masuk ke kanal perdagangan digital. Fenomena ini terjadi ketika batas antara media sosial dan tempat berjualan semakin tipis.
TikTok sebelumnya sangat identik dengan video pendek dan konten viral. Namun, bagi pelaku UMKM, fungsi platform tersebut kini dapat berkembang menjadi rangkaian perjalanan konsumen, mulai dari menemukan produk hingga melakukan transaksi.
Data pertumbuhan pesanan hampir 95% memperkuat gambaran tersebut. Jika semakin banyak seller masuk ke ekosistem dan pesanan juga meningkat, platform tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi mulai memainkan peran dalam aktivitas perdagangan.
Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Kenaikan jumlah seller sebesar 184% tidak berarti omzet seluruh UMKM naik 184%. Angka tersebut menunjukkan bertambahnya jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B, sedangkan pertumbuhan pesanan mencapai hampir 95%.
Perbedaan ini penting karena memperlihatkan dua sisi pertumbuhan sekaligus: semakin besar pasarnya, tetapi semakin banyak pula pemain yang berebut perhatian konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







