Pendapatan KAI Group Tembus Rp17,96 Triliun pada Semester I-2026, Laba Usaha Naik 25%

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pendapatan KAI Group mencapai Rp17,96 triliun pada semester I-2026 berdasarkan laporan keuangan KAI Group (unaudited), naik 6,61% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp16,85 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto sebesar 18,81%, dari Rp5,72 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp6,79 triliun pada semester I-2026. Pada periode yang sama, laba usaha meningkat 25,79%, dari Rp3,71 triliun menjadi Rp4,66 triliun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kegiatan bisnis utama KAI Group terus menguat seiring pertumbuhan layanan, peningkatan produktivitas, pengelolaan biaya, serta sinergi seluruh entitas perusahaan.
Baca Juga: Tren Pet Care Melesat, Pengiriman Hewan via KAI Logistik Tumbuh 21 Persen
“Pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kinerja bisnis yang kuat juga mendukung keberlanjutan pengembangan layanan penumpang dan barang,” kata Anne, dikutip Senin (3/8/2026).
Dari sisi posisi keuangan, total aset KAI Group per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp104,79 triliun. Total liabilitas mencapai Rp65,11 triliun, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp66,14 triliun.
Sementara itu, total ekuitas meningkat dari Rp39,29 triliun menjadi Rp39,69 triliun.
Aset lancar KAI Group meningkat dari Rp19,40 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp21,04 triliun pada 30 Juni 2026.
Pada periode yang sama, kewajiban jangka pendek turun dari Rp16,20 triliun menjadi Rp15,17 triliun.
Dengan demikian, aset lancar perusahaan tetap berada di atas kewajiban yang perlu diselesaikan dalam jangka pendek.
Pada semester I-2026, KAI Group membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp842,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp314,03 miliar.
Pada semester I-2025, laba sebelum pajak tercatat Rp1,86 triliun dan laba tahun berjalan sebesar Rp1,18 triliun.
Perubahan laba tahun berjalan terutama dipengaruhi peningkatan pencatatan bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan, dari Rp948,20 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp3,00 triliun pada semester I-2026.
Di tengah pencatatan tersebut, kegiatan bisnis utama KAI Group tetap menghasilkan pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








