Danantara Kebut PSEL Bali, Proyek Rp3 Triliun Serap 1.200 Tenaga Kerja Hijau

AKURAT.CO Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung transisi energi sekaligus memperbaiki tata kelola sampah di Pulau Dewata.
Adapun, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan peresmian pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Denpasar, Bali.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan PSEL Bali dirancang mengadopsi standar lingkungan European Industrial Emission Directive (EUIED) guna memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan dengan tingkat emisi yang rendah.
Baca Juga: Danantara Umumkan 85 Peserta Lolos Seleksi Mitra Proyek PSEL Gelombang Kedua
Menurutnya, fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun atau setara lebih dari 40% total timbulan sampah di Bali.
"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau lebih dari 40 persen timbulan sampah Bali terolah," kata Pandu dalam peresmian PSEL Bali, dipantau Rabu (8/7/2026).
Dari aspek lingkungan, Pandu melanjut proyek tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi yang berasal dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80%.
Selain itu, PSEL Bali juga diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, proyek ini juga akan berkontribusi terhadap ketahanan energi melalui produksi listrik berbasis energi terbarukan. Energi yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 100.000 rumah tangga di Bali.
“Dan inisiatif ini bernilai Rp3 triliun diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen,” ujarnya.
Adapun, PSEL Bali dirancang menggunakan teknologi moving grate incinerator, teknologi yang digunakan mayoritas fasilitas PSEL yang beroperasi di dunia.
Teknologi ini dipilih karena keandalan operasionalnya yang telah terbukti serta kesesuaiannya dengan karakteristik sampah perkotaan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









