Bahlil Jelaskan Alasan Pemerintah Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara PLN

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan dibalik pembentukan tim pengadaan untuk mengawasi kebutuhan energi primer termasuk pasokan batu bara untuk pembangkit PLN.
Bahlil mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan arahan langsung Presiden setelah Kementerian ESDM mengajukan usulan untuk memperkuat koordinasi pengadaan energi primer PLN.
“Dalam rangka memastikan koordinasi kerja sama dan kepastian PLN untuk mendapatkan batu bara maka kami, ini dalam rangka transparansi, kami meminta izin sama Bapak Presiden dan arahan Bapak Presiden adalah membentuk tim,” kata Bahlil di Kemenko Perekonomian dikutip, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Pasokan Batu Bara Hadapi Tantangan, PLN Pastikan Kebutuhan Pembangkit Tetap Terpenuhi
Bahlil mengatakan, kehadiran tim tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses pengadaan dan distribusi batu bara berjalan sesuai rencana, mulai dari penugasan hingga pengiriman ke pembangkit listrik.
Dirinya menegaskan pemerintah tidak ingin terjadi kendala teknis yang menyebabkan batu bara yang telah dialokasikan kepada PLN gagal sampai ke lokasi pembangkit.
“kita mau ingin tahu agar tidak ada masalah di teknis. Jangan barang udah ada ESDM sudah memberikan penugasan kepada PLN tapi kalau tidak dieksekusi kan enggak nyampai di power plant.,” ujarnya.
Bahlil menilai pengawasan yang lebih ketat penting dilakukan karena PLN memperoleh berbagai bentuk dukungan dari pemerintah, baik di sektor hulu maupun hilir.
Karena itu, pemerintah berkepentingan untuk memastikan biaya operasional PLN dapat ditekan semaksimal mungkin. Menurut Bahlil, apabila biaya operasional atau operational expenditure (opex) meningkat, maka beban yang harus ditanggung negara juga akan semakin besar.
“Kalau cost lebih itu nanti PLN itu kan mendapat 7% dari opex. Jadi semakin tinggi opex-nya itu semakin membebani keuangan negara. Nah dalam rangka meminimalisir opex-nya maka negara harus hadir dengan dilakukan pengawasan yang profesional,” tutur Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah membentuk tim untuk mengawasi kebutuhan energi primer termasuk pasokan batu bara untuk pembangkit PLN.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan arahan khusus agar pengawasan terhadap energi primer, terutama batu bara untuk pembangkit listrik, diperkuat.
“Dan semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ucap Bahlil Senin lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









