Akurat Logo

Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Targetkan 150 Ribu Peserta dan Upah Setara UMR

Moehamad Dheny Permana | 26 Mei 2026, 23:59 WIB
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Targetkan 150 Ribu Peserta dan Upah Setara UMR
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli memastikan, Program Magang Nasional tetap berlanjut pada 2026 dengan peningkatan jumlah peserta hingga 50 persen.

Pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta mengikuti program tersebut, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya.

Menurut Yassierli, peningkatan kuota dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat, khususnya lulusan baru (fresh graduate), terhadap program magang sebagai bekal memasuki dunia kerja.

“Arahan Bapak Presiden, untuk 2026 kita sudah menyiapkan pelaksanaan magang bagi sebanyak 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli dalam Konferensi Pers Penutupan Program Magang Nasional Batch 2 di Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (26/5/2026).

Program Magang Nasional 2026 akan dibuka secara bertahap dalam tiga gelombang (batch), dengan target masing-masing batch menampung 50 ribu peserta.

Pemerintah juga telah meminta perusahaan mitra membuka lowongan magang melalui kanal resmi masing-masing.

Batch pertama dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dengan target awal sebanyak 50 ribu peserta.

Yassierli menjelaskan, seluruh pendanaan uang saku peserta bersumber dari APBN dan telah disepakati bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pelajar Indonesia di Prancis Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Paris

“Untuk uang sakunya tetap sama, yakni sebesar upah minimum di masing-masing lokasi magang. Apakah menggunakan upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi. Khusus Jakarta menggunakan UMP, sedangkan daerah lain mengikuti UMK,” jelasnya.

35 Persen Peserta Dapat Tawaran Kerja

Program Magang Nasional 2025 resmi berakhir dengan ditutupnya batch kedua pada hari ini. Total peserta tercatat mencapai sekitar 76 ribu orang.

Sebanyak 14 ribu peserta berasal dari batch pertama, sedangkan sekitar 62 ribu peserta mengikuti batch kedua.

Yassierli menilai tingginya partisipasi menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri.

“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyediakan sertifikasi kompetensi secara opsional bagi peserta.

Proses asesmen dilakukan secara luring di balai pelatihan sesuai standar yang berlaku.

Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan program cukup tinggi.

Pada batch pertama, sebanyak 85 persen peserta menyatakan puas dan sangat puas, sementara sekitar 14 persen lainnya mengaku cukup puas. Tingkat ketidakpuasan tercatat hanya sebesar 0,7 persen.

Penilaian positif juga datang dari perusahaan mitra.

Dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama, sebanyak 81 persen menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan program magang, sedangkan tingkat penilaian negatif hanya 0,4 persen.

Baca Juga: Dasco: Usia Pensiun Polri Diusulkan Naik demi Kesetaraan dengan TNI dan Kejaksaan

Selain itu, program ini dinilai efektif membuka akses kerja bagi generasi muda.

Sekitar 35 persen peserta batch pertama bahkan memperoleh tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” pungkas Yassierli.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.