Kementerian ESDM Bakal Ubah Skema Tarif Royalti Minerba

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan bakal melakukan penyesuaian tarif royalti sektor mineral dan batu bara (Minerba).
Adapun, tarif royalti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Peneriman Negara Bukan Pajak Berlaku Pada Kementerian ESDM. Dengan adanya usulan penyesuaian tarif ini, pemerintah dikabarkan bakal melakukan revisi terhadap PP tersebut.
Berdasarkan dokumen usulan penyesuaian tarif royalti pada agenda Konsultasi Publik (Public Hearing) Revisi PP 19/2025, pemerintah mengusulkan kenaikan tarif royalti katoda tembaga dibanding ketentuan yang berlaku dalam PP Nomor 19 Tahun 2025.
Baca Juga: Apindo Soroti Tantangan Skema Cost Recovery di Sektor Minerba
Dalam beleid saat ini, tarif royalti katoda tembaga berada di kisaran 4% hingga 7% tergantung harga HMA. Namun dalam usulan terbaru, tarif dinaikkan menjadi 7% hingga 10%.
Untuk HMA di bawah USD7.000 per dmt, tarif royalti diusulkan naik dari 4% menjadi 7%. Sementara untuk HMA di atas atau sama dengan USD13.000 per dmt, tarif royalti diusulkan mencapai 10%.
Penyesuaian serupa juga diusulkan pada konsentrat tembaga. Saat ini tarif royalti berada pada rentang 7% hingga 10%, namun dalam usulan terbaru naik menjadi 9% hingga 13%.
Kemudian pada komoditas emas, pemerintah mengusulkan kenaikan tarif royalti secara bertahap hingga maksimal 20% untuk HMA di atas atau sama dengan USD5.000 per troy ounce (toz). Sebelumnya, tarif tertinggi royalti emas dalam PP 19/2025 sebesar 16% untuk HMA di atas USD3.000 per toz.
Sementara untuk komoditas perak, pemerintah mengusulkan penerapan tarif progresif. Dalam aturan saat ini, royalti perak dikenakan tarif flat sebesar 5% untuk seluruh harga. Namun pada usulan baru, tarif dibagi menjadi empat lapisan mulai dari 5% hingga 8% sesuai pergerakan HMA.
Di komoditas bijih nikel, pemerintah mengusulkan penyesuaian batas harga HMA dalam skema royalti progresif. Tarif tertinggi tetap sebesar 19%, namun dikenakan pada HMA di atas atau sama dengan USD26.000 per ton, lebih rendah dibanding aturan sebelumnya yang berlaku pada HMA minimal USD31.000 per ton.
Sementara itu, untuk komoditas timah, usulan penyesuaian tarif royalti terbilang cukup signifikan. Dalam PP 19/2025, tarif royalti timah berada pada rentang 3% hingga 10%. Namun dalam usulan terbaru, tarif dinaikkan menjadi 5% hingga maksimal 20% untuk HMA di atas atau sama dengan USD50.000 per ton.
Pasar Bereaksi Negatif
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terjun bebas 204,92 poin (2,86%) ke 6.969,40. Di pasar, investor menilai kenaikan royalti datang pada momentum yang kurang ideal.
Harga nikel global masih bergerak lemah akibat kelebihan pasokan, sementara permintaan China belum pulih sepenuhnya. Asosiasi juga menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi daya saing industri nasional.
Analis melihat pasar kini mengkhawatirkan tergerusnya profitabilitas emiten minerba, terutama perusahaan yang masih bergantung pada penjualan bijih mentah maupun produk setengah jadi. Kenaikan royalti dinilai akan langsung meningkatkan biaya operasional dan menekan ruang ekspansi perusahaan
Daftar Usulan Penyesuaian Tarif Royalti Minerba
Komoditas | Skema | Rentang HMA | Tarif Royalti |
|---|---|---|---|
Katoda Tembaga | PP 19/2025 | < USD7.000/dmt | 4% |
USD7.000 – <USD8.500/dmt | 5% | ||
USD8.500 – <USD10.000/dmt | 6% | ||
≥USD10.000/dmt | 7% | ||
Usulan | < USD7.000/dmt | 7% | |
USD7.000 – <USD10.000/dmt | 8% | ||
USD10.000 – <USD13.000/dmt | 9% | ||
≥USD13.000/dmt | 10% | ||
Konsentrat Tembaga | PP 19/2025 | < USD7.000/dmt | 7% |
USD7.000 – <USD8.500/dmt | 7,5% | ||
USD8.500 – <USD10.000/dmt | 8% | ||
≥USD10.000/dmt | 10% | ||
Usulan | < USD7.000/dmt | 9% | |
USD7.000 – <USD10.000/dmt | 11% | ||
USD10.000 – <USD13.000/dmt | 12% | ||
≥USD13.000/dmt | 13% | ||
Emas | PP 19/2025 | < USD1.800/toz | 7% |
USD1.800 – <USD2.000/toz | 10% | ||
USD2.000 – <USD2.200/toz | 11% | ||
USD2.200 – <USD2.500/toz | 12% | ||
USD2.500 – <USD2.700/toz | 14% | ||
USD2.700 – <USD3.000/toz | 15% | ||
≥USD3.000/toz | 16% | ||
Usulan | < USD2.500/toz | 14% | |
USD2.500 – <USD3.000/toz | 15% | ||
USD3.000 – <USD3.500/toz | 16% | ||
USD3.500 – <USD4.000/toz | 17% | ||
USD4.000 – <USD4.500/toz | 18% | ||
USD4.500 – <USD5.000/toz | 19% | ||
≥USD5.000/toz | 20% | ||
Perak | PP 19/2025 | Seluruh harga | 5% flat |
Usulan | < USD60/toz | 5% | |
USD60 – <USD80/toz | 6% | ||
USD80 – <USD100/toz | 7% | ||
≥USD100/toz | 8% | ||
Bijih Nikel | PP 19/2025 | < USD18.000/ton | 14% |
USD18.000 – <USD21.000/ton | 15% | ||
USD21.000 – <USD24.000/ton | 16% | ||
USD24.000 – <USD31.000/ton | 18% | ||
≥USD31.000/ton | 19% | ||
Usulan | < USD16.000/ton | 14% | |
USD16.000 – <USD18.000/ton | 15% | ||
USD18.000 – <USD20.000/ton | 16% | ||
USD20.000 – <USD22.000/ton | 17% | ||
USD22.000 – <USD26.000/ton | 18% | ||
≥USD26.000/ton | 19% | ||
Timah | PP 19/2025 | < USD20.000/ton | 3% |
USD20.000 – <USD30.000/ton | 5% | ||
USD30.000 – <USD40.000/ton | 7,5% | ||
≥USD40.000/ton | 10% | ||
Usulan | < USD20.000/ton | 5% | |
USD20.000 – <USD30.000/ton | 7,5% | ||
USD30.000 – <USD35.000/ton | 10% | ||
USD35.000 – <USD40.000/ton | 12,5% | ||
USD40.000 – <USD45.000/ton | 15% | ||
USD45.000 – <USD50.000/ton | 17,5% | ||
≥USD50.000/ton | 20% |
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









