PT Vale Raih Fasilitas Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai USD750 Juta

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk. (PT Vale) memperoleh pembiayaan fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai USD750 juta, dengan opsi greenshoe tambahan sebesar USD250 juta.
Fasilitas pinjaman sindikasi ini merupakan yang pertama bagi PT Vale sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan finansial perusahaan, mendukung pengembangan proyek strategis, serta memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sejalan dengan tuntutan pasar global.
Fasilitas ini didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali, mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental bisnis dan arah strategis keberlanjutan PT Vale.
Baca Juga: Komisaris VALE Christopher McCleave Undur Diri
Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam pengambilan keputusan strategis.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” kata Bernadus di Jakarta dikutip, Jumat (24/4/2026).
Dari sisi pemanfaatan dana, fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis perusahaan. Pada tahun 2026, sekitar 50% dana akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30% untuk proyek IGP Morowali, dan sekitar 20% untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.
Sementara pada tahun 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi (participating right) dalam proyek joint venture.
Pendekatan ini turut didukung oleh para mitra perbankan yang melihat pentingnya integrasi keberlanjutan dalam struktur pembiayaan.
Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyampaikan bahwa pembiayaan berbasis keberlanjutan menjadi semakin relevan dalam mendukung transformasi sektor industri.
“Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” ujarnya.
Mike Zhang, Global Head Metals & Mining, Institutional Banking DBS, menambahkan bahwa sektor pertambangan memiliki peran penting dalam memastikan transisi energi berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Baca Juga: Proyek HPAL Pomalaa Vale Dikebut, Target Operasi Maju ke Q3 2026
Sementara itu, Ken Matsuo, Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia menyampaikan, energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale. Kami melihat integrasi ESG dalam struktur pembiayaan seperti ini sebagai langkah penting dalam mendukung transisi energi secara berkelanjutan,” tuturnya.
Adapun, fsilitas SLL ini disusun mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework, yang selaras dengan praktik internasional dalam pembiayaan berbasis keberlanjutan.
Indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang digunakan mencakup penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.
Kedua KPI tersebut telah mendapatkan penilaian “strong” dari Second Party Opinion independen, yang menilai keselarasan dengan target global untuk membatasi kenaikan suhu sesuai Paris Agreement 1.5°C pathway sebagaimana dirujuk dalam kajian independen, serta kontribusinya terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Penilaian ini juga memastikan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan skenario business-as-usual.
Pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan ini merupakan tonggak penting bagi PT Vale, sekaligus menandai langkah perdana Perseroan dalam memasuki pasar pinjaman sindikasi.
Langkah ini sejalan dengan trajektori pertumbuhan Perseroan yang semakin kuat, didorong oleh ekspansi proyek-proyek strategis di Indonesia yang dijalankan secara disiplin, terukur, dan berlandaskan prinsip keberlanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







