Harga BBM Singapura Turun Usai Naik Selama 3 Pekan, Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Mereda?

AKURAT.CO Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura mulai menunjukkan penurunan setelah mengalami kenaikan selama hampir tiga pekan terakhir.
Penyesuaian ini terjadi seiring meredanya tekanan di pasar minyak global akibat dinamika konflik di Timur Tengah.
Mengutip laporan The Straits Times, penurunan harga mulai terlihat sejak 25 Maret 2026.
Salah satu operator besar, Shell, menurunkan harga bensin jenis 95 dan 98 oktan serta varian premium sekitar 5 sen per liter. Penurunan berlanjut pada hari berikutnya, menandai dua hari berturut-turut koreksi harga.
Baca Juga: Malaysia Gelontorkan Rp8 Triliun per Bulan untuk Tahan Harga BBM
Sebelumnya, harga BBM di Singapura naik selama hampir tiga minggu seiring lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik Iran.
Gejolak tersebut berdampak langsung pada rantai pasok energi global, terutama karena gangguan di Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Secara historis, konflik geopolitik di Timur Tengah kerap menjadi faktor utama volatilitas harga energi.
Pada krisis energi sebelumnya, termasuk era 1970-an hingga konflik modern, gangguan pasokan selalu mendorong lonjakan harga minyak dan inflasi global.
Penurunan harga di Singapura kini menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai merespons perkembangan terbaru konflik. Namun, ketidakpastian masih tinggi.
Meski harga bensin turun, harga diesel dilaporkan tetap stabil atau bahkan sempat naik, mencerminkan tekanan biaya logistik yang masih berlangsung.
Baca Juga: Harga BBM Subsidi Naik Imbas Kenaikan Harga Crude Oil? Misbakhun: Opsi Paling Akhir
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilisasi harga belum sepenuhnya merata di seluruh jenis bahan bakar. Selain itu, volatilitas masih berpotensi terjadi jika konflik kembali memanas.
Pemerintah Singapura sendiri memastikan pasokan BBM tetap stabil dan terus memantau perkembangan harga global.
Langkah ini penting untuk menjaga kestabilan sektor transportasi dan biaya hidup masyarakat.
Bagi kawasan Asia, termasuk Indonesia, perkembangan harga BBM di Singapura menjadi indikator penting.
Sebagai salah satu hub energi regional, perubahan harga di negara tersebut sering mencerminkan arah pasar minyak global dalam jangka pendek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








