Bos JNE Bongkar Rahasia Bisnis Berkelanjutan: Tak Sekadar Kejar Profit Melainkan Berbagi

AKURAT.CO Di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat, strategi bisnis tidak lagi hanya berfokus pada profit dan ekspansi. PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) justru menghadirkan pendekatan berbeda melalui filosofi bisnis berbasis nilai spiritual.
Selama lebih dari 30 tahun, perusahaan ini konsisten menerapkan prinsip “Berbagi, Memberi, dan Menyantuni” sebagai fondasi utama operasionalnya. Model bisnis JNE ini menarik perhatian, terutama di era modern ketika perusahaan berlomba mengejar pertumbuhan cepat.
Filosofi berbasis kebermanfaatan sosial, keberlanjutan bisnis, hingga kepemimpinan berbasis nilai kini menjadi fokus perusahaan dalam membangun loyalitas pelanggan dan reputasi brand. Pendekatan ini sekaligus menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin peduli pada dampak sosial sebuah perusahaan.
Baca Juga: JNE Kebut Digitalisasi dan Dampingin UMKM di Tengah Lonjakan Ramadan 2026
Dari Spiritualitas ke Strategi Korporasi
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menegaskan bahwa sejak awal berdiri, perusahaan telah dibangun di atas landasan nilai yang kuat. Nilai tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
“Bisnis itu dibangun tidak semata-mata hanya mencari keuntungan atau mengejar revenue dunia. Tetapi keberhasilan suatu bisnis itu justru saya lihat bagaimana bisnis ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Feriadi dikutip dari chanel YouTube Akurat.co, Kamis (19/3/2026).
Dirinya menjelaskan bahwa filosofi tersebut terinspirasi dari nilai-nilai spiritual, khususnya ajaran dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yang menekankan pentingnya memberi dan berbagi sebagai bagian dari keberkahan.
Strategi TJSL JNE: Menyantuni Jadi Bagian dari Model Bisnis
Implementasi nilai tersebut tidak berhenti pada konsep, tetapi diterjemahkan secara nyata melalui berbagai program sosial. JNE aktif memberikan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, hingga kelompok rentan seperti tunanetra dan janda kurang mampu.
Pendekatan ini bukan sekadar aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL), tetapi telah menjadi bagian dari DNA bisnis. Dalam perspektif manajemen modern, strategi ini memperkuat emotional branding sekaligus menciptakan hubungan jangka panjang dengan masyarakat.
Feriadi meyakini bahwa keberhasilan JNE selama lebih dari tiga dekade tidak lepas dari dukungan moral dan doa dari masyarakat yang selama ini mereka bantu.
Sejak menjabat sebagai Presiden Direktur pada 2015, Feriadi menerapkan gaya kepemimpinan berbasis keteladanan. Ia menekankan bahwa setiap pemimpin di JNE harus menjadi role model, bukan sekadar pengambil keputusan.
Pendekatan ini relevan dengan tren kepemimpinan modern yang menekankan integritas, empati, dan nilai keberlanjutan. Dalam konteks organisasi besar, budaya perusahaan yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi layanan dan loyalitas karyawan.
Take and Give: Strategi Bisnis yang Menjaga “Connecting Happiness”
Di balik slogan “Connecting Happiness”, terdapat filosofi mendalam yang terus dijaga oleh JNE. Prinsip take and give menjadi fondasi dalam setiap aktivitas bisnis, mulai dari pelayanan pelanggan hingga interaksi dengan masyarakat.
“Jaga mereka, jaga bisnis kita, dan insyaallah Tuhan selalu akan dekat bersama kita. Berbisnislah seakan-akan kita berbisnis dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala,” kata Feriadi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi pasar, tetapi juga oleh nilai yang dijalankan secara konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara










