JNE Kebut Digitalisasi dan Dampingin UMKM di Tengah Lonjakan Ramadan 2026

AKURAT.CO Di tengah pertumbuhan pesat e-commerce di Indonesia, strategi logistik menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing bisnis, terutama saat memasuki periode krusial seperti Ramadan.
PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengambil langkah agresif melalui digitalisasi sistem, penguatan layanan tracking, serta edukasi UMKM untuk menjawab lonjakan permintaan yang diprediksi meningkat hingga 30%.
Transformasi ini tidak hanya menyasar efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar nasional.
Baca Juga: JNE Jadi Official Logistics Partner Konser Snada Indonesia, Dukung Industri Musik dan Budaya
Dari Pengiriman ke Ekosistem Bisnis UMKM
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berperan sebagai jasa pengiriman, tetapi juga sebagai enabler pertumbuhan UMKM.
“Kita ingin membantu saudara-saudara kita yang ingin membangun usaha. Di situ harus ada edukasi kepada mereka, bagaimana sisi packaging-nya, bagaimana marketing-nya, branding-nya, kemudian channel distribusinya,” ujar Feriadi dikutip dari chanel YouTube AKurat.co, Kamis (19/3/2026).
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran strategi JNE dari sekadar logistics provider menjadi mitra bisnis. Edukasi pengemasan (packaging) menjadi krusial, terutama untuk memastikan produk UMKM tetap aman selama proses distribusi jarak jauh yang semakin kompleks.
Dalam industri logistik modern, kecepatan pengiriman tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kinerja. Transparansi dan kecepatan informasi menjadi faktor penentu loyalitas pelanggan.
Feriadi menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah menghadirkan sistem pelacakan (tracking) yang real-time dan akurat.
“Kecepatan sekarang bukan hanya barang sampai, tapi bagaimana informasi tracking bisa diterima cepat oleh pengirim dan penerima,” jelasnya.
Dengan meningkatnya ekspektasi konsumen digital, optimalisasi sistem IT menjadi investasi strategis bagi JNE untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah persaingan ketat dengan pemain logistik lainnya.
Antisipasi Lonjakan Ramadan: Target Zero Complain
Menghadapi peak season Ramadan, JNE memproyeksikan lonjakan pengiriman sebesar 20% hingga 30%. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah operasional.
Mulai dari penambahan armada, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga pengaturan jam kerja yang lebih fleksibel, semua diarahkan untuk menjaga kualitas layanan tetap optimal.
“Kami menargetkan pengiriman dengan zero complain melalui kesiapan armada, SDM, dan pengaturan operasional yang matang,” tegas Feriadi.
Strategi ini menjadi krusial mengingat Ramadan merupakan periode dengan intensitas transaksi e-commerce tertinggi dalam satu tahun, sekaligus menjadi momentum penting bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara










