Kemendag Siapkan 46 Perwakilan RI Dorong Ekspor Jasa dari Sekolah Vokasi

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan, Kementerian Perdagangan akan memperluas akses ekspor jasa Indonesia dengan melibatkan sekolah vokasi dalam pemasaran internasional.
Melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri, pemerintah akan memfasilitasi presentasi bisnis dan penjajakan pasar global bagi siswa serta lulusan SMK.
Komitmen tersebut disampaikan Mendag saat mengunjungi SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah. Sekolah tersebut dikenal memiliki spesialisasi di bidang animasi dan merupakan bagian dari sekolah binaan Djarum Foundation. Selain itu, Mendag juga meninjau SMK NU Banat yang fokus pada tata busana serta SMK Wisudha Karya dengan spesialisasi jasa keahlian teknis.
“Tugas kami adalah mencarikan pasarnya. Sebagai langkah selanjutnya, Kemendag akan memfasilitasi presentasi daring antara sekolah vokasi dan 46 perwadag RI untuk membantu pemasaran ke luar negeri. Perwadag akan mencarikan pembelinya, kemudian mempertemukan secara daring melalui business matching,” ujar Budi Santoso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Industri Fashion Bintan Bidik Pasar Global, Wamendag Siap Dukung IKM Naik Kelas
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kontribusi sektor jasa terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai ekspor jasa Indonesia pada 2025 mencapai USD 42,80 miliar.
Namun kontribusi sektor jasa terhadap ekonomi nasional masih relatif rendah dibandingkan tren global. Bank Dunia mencatat, selama periode 2014–2023, rata-rata kontribusi sektor jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia mencapai 63,3 persen. Sementara di Indonesia kontribusinya masih sekitar 43,8 persen dari PDB.
Kondisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih besar, khususnya pada sektor jasa berbasis kreativitas dan teknologi. Mendag menilai sektor seperti gim, animasi, e-commerce, MICE, hingga desain grafis dan fesyen memiliki potensi ekspor yang signifikan.
“Pitching dengan perwadag RI akan membuka peluang ekspor jasa terutama sektor jasa bisnis lainnya seperti gim, animasi, niaga elektronik, MICE, dan desain,” kata Budi.
Pemerintah daerah menilai penguatan pendidikan vokasi juga berperan penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan provinsi tersebut memiliki infrastruktur pelatihan tenaga kerja yang cukup besar.
“Saat ini sudah tersedia 4.200 Balai Latihan Kerja (BLK). Secara tidak langsung, pada 2025 serapan tenaga kerja di Jawa Tengah mencapai hampir 470 ribu orang dengan nilai investasi sekitar Rp88 triliun, yang mayoritas berasal dari sektor padat karya,” kata Luthfi.
Direktur Djarum Foundation, Primadi H. Serad, menambahkan bahwa permintaan global terhadap talenta kreatif, khususnya animasi, terus meningkat.
“Animasi ini permintaannya tinggi, tetapi suplainya sedikit. Tugas kami adalah menjembatani pemenuhan permintaan tersebut. Talenta vokasi harus kompeten dari sisi infrastruktur, guru, dan relasi industri,” ujar Primadi.
Baca Juga: PLN Bangun SPKLU di Kemendag, Dorong Percepatan Kendaraan Listrik
Dirinya berharap dukungan pemerintah dapat memperluas akses pasar global bagi lulusan SMK.
Beberapa siswa yang ditemui dalam kunjungan tersebut juga telah terlibat dalam proyek industri nyata. Salah satunya Alika, siswi SMK Raden Umar Said yang bercita-cita menjadi concept artist.
“Proyek yang sedang saya kerjakan saat ini adalah membuat mini series dari sebuah jenama susu untuk momen Ramadan,” kata Alika.
Sementara itu, karya siswa SMK NU Banat bahkan telah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Italia, Prancis, hingga Hong Kong. Salah satu siswi, Dayana, mengatakan sekolahnya tidak hanya mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga membaca tren pasar.
“Kami diajarkan untuk membuat busana sesuai tren yang akan datang, sehingga tidak ketinggalan zaman,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag juga mensosialisasikan program Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) yang diinisiasi Kementerian Perdagangan. Program ini mendorong penggunaan produk lokal oleh masyarakat guna memperkuat ekosistem industri domestik.
Menurut Mendag, peningkatan konsumsi produk lokal dapat memberikan efek berganda bagi ekonomi nasional, termasuk mendorong rasio kewirausahaan.
“Ketika adik-adik membuat desain dan produk yang bagus, yang akan memakainya adalah kami juga. Setelah di dalam negeri kita kuat, pasti di luar negeri kita juga akan menjadi pesaing yang kuat,” kata Budi.
Prospek industri fesyen domestik juga dinilai masih sangat menjanjikan. Statista memproyeksikan nilai pasar fesyen Indonesia mencapai sekitar USD 24,5 miliar pada 2026, dengan pertumbuhan rata-rata 3,6 persen per tahun selama lima tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla










