AKURAT.CO IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menetapkan tema perusahaan tahun 2026 "Operational dan Service Excellence" sebagai langkah awal pelaksanaan Roadmap IPC TPK dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030.
Penetapan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, memperkuat konektivitas logistik, memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Roadmap IPC TPK 2026-2030 disusun dalam tiga tahapan pengembangan, yaitu Operational & Service Excellence, Business & Connectivity Enhancement dan Sustainable Development.
Ketiga tahapan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pemangku kepentingan akan layanan terminal petikemas yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing di tengah dinamika industri logistik global.
Pada tahap pertama Operational & Service Excellence, IPC TPK memfokuskan penguatan kinerja operasional dan kualitas layanan sebagai fondasi utama. Langkah ini diarahkan untuk memastikan proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sehingga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa, pelaku logistik, dan mitra usaha.
Baca Juga: IPC TPK Angkut 3,6 Juta TEUs Petikemas Sepanjang 2025, Naik 13 Persen
Dalam mendukung penguatan tersebut, IPC TPK menjalankan program standardisasi, sistemisasi dan integrasi operasi terminal secara berkelanjutan, serta mempercepat digitalisasi layanan yang telah dimulai pada tahun sebelumnya guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan kemudahan akses informasi bagi pelanggan.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik serta memperkuat kepercayaan pengguna jasa. Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi digital yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.
Program tersebut antara lain implementasi Terminal Booking System (TBS) untuk meningkatkan keteraturan arus kendaraan dan pelayanan di terminal, implementasi alat pemindai peti kemas guna memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan.
Kemudian implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara dengan dua sistem unggulan, yaitu PARAMA dan PRAYA. Kedua sistem ini menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data.
Selain penguatan operasional, IPC TPK juga melakukan penataan model bisnis untuk memperkuat perannya sebagai operator terminal petikemas di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Penataan ini bertujuan menciptakan struktur bisnis yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Sebagai bagian dari pengembangan jangka menengah, IPC TPK mulai menginisiasi perencanaan konsep hub & spoke pada terminal-terminal yang dikelola. Konsep ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antar terminal, mengoptimalkan kapasitas, serta mendukung terciptanya biaya layanan yang lebih kompetitif.
Implementasi konsep tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, dan volume layanan.
Direktur Utama IPC Terminal Petikemas, Guna Mulyana menyampaikan bahwa roadmap dan tema tahun 2026 disusun untuk memastikan perusahaan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Penguatan operasional dan layanan merupakan kebutuhan utama agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal bagi pengguna jasa, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional," ujarnya.
Sebagai gambaran kesiapan layanan, pada momen pergantian tahun 2025 ke 2026 IPC TPK tetap melayani 7 kapal yang menandai layanan terakhir tahun 2025 dan 7 layanan pertama tahun 2026 di berbagai wilayah operasi. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen IPC TPK dalam menjaga kesinambungan layanan kepelabuhanan tanpa henti, termasuk pada periode transisi tahun.
Melalui penetapan tema dan Roadmap RJPP 2026-2030, IPC Terminal Petikemas optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan terminal petikemas, memperkuat konektivitas logistik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
PT IPC Terminal Petikemas atau IPC TPK merupakan operator terminal yang memberikan pelayanan petikemas dengan sistem jaringan yang terintegrasi antar pelabuhan dan dikelola secara professional. IPC TPK adalah salah satu anak perusahaan Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas.
PT IPC Terminal Petikemas beroperasi di 6 (enam) area kerja yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta; Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, Pelabuhan Panjang, Lampung, Pelabuhan Palembang. Palembang: Pelabuhan Teluk Bayur, Padang; dan Pelabuhan Jambi, Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









