Akurat

Pabrik CPIN Aman dari Paparan Radioaktif di Kawasan Industri Modern Cikande

M. Rahman | 14 November 2025, 07:33 WIB
Pabrik CPIN Aman dari Paparan Radioaktif di Kawasan Industri Modern Cikande

AKURAT.CO Manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) menegaskan oeprasional perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Serang, Banten, bebas dari paparan atau kontaminasi radiasi Cs-137.

"Produk kami clean and clear (dari radiasi Cs-137)," ujar Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (14/11/2025).

Pernyataan Hadijanto mengamini ucapan Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cs-137, Bara Krishna Hasibuan yang sebelumnya telah melakukan uji sampel produk secara menyeluruh. Bara pun telah memberitahukan hal ini kepada manajemen CPIN.

"Saya tegaskan bahwa pabrik PT Charoen Pokphand Indonesia itu juga sudah selesai dilakukan dekontaminasi dan dinyatakan clear and clean (dari radiasi Cs-137)," ujar Bara.
 

Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan sebanyak 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) termasuk CPIN kemungkinan besar terpapar zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

Paparan radiasi ini ditemukan pada sejumlah sektor industri besar, mulai dari peleburan logam, pengelolaan limbah B3, hingga industri makanan dan manufaktur.

Selain CPIN, ada juga nama-nama yang terseret termasuk PT Bahari Makmur Sejati, PT Nikomas Gemilang, PT Citra Baru Steel, PT Valero Metals Jaya, PT Universal Eco Pacific, PT Sinta Baja Jaya, PT Crown Steel, PT Sentosa Harmony Steel (d/h PT Hwa Hok Steel) dan PT Vita Prodana Mandiri PT Kanemory / Food Service.

Kemudian PT Peter Metal Technology, PT Growth Nusantara Industry, PT Asa Bintang Pratama, PT Cahaya Logam Cipta Murni, PT Ediral Tritunggal Perkasa, PT Ever Loyal Copper, PT Hightech Grand Indonesia, PT Jongka Indonesia, PT Kabatama Raya, PT New Asia Pacific Copper Indonesiam PT O.M. Indonesia, PT Zhongtian Metal Indonesia dan PT Luckione Environment Science Indonesia.

Adapun ksus radioaktif ini berawal dari peringatan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang menemukan kandungan Cs-137 pada produk udang beku olahan PT Bahari Makmur Sejati asal Indonesia. T

emuan tersebut diketahui setelah otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) menemukan kontainer terkontaminasi di empat pelabuhan besar, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa